Polda Jateng Salurkan 32 Ribu Liter Air Bersih Atasi Kekeringan Ekstrim di Jabungan Semarang
- Dok
Viva Semarang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar aksi kemanusiaan dengan mendistribusikan sebanyak 32.000 liter air bersih bagi warga Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Senin (31/8/2026) pagi. Penyaluran air bersihditujukan untuk meringankan beban krisis air akibat kekeringan musim kemarau panjang yang melanda wilayah perbukitan tersebut.
Dirreskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Djoko Julianto mengatakan, bantuan tersebut secara langsung menjangkau sebanyak 135 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 3 RT dan 1 RW di lingkungan Kelurahan Jabungan.
Kegiatan penyaluran dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Jateng beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Ditreskrimsus Polda Jateng.
"Droping air ini kita lakukan bersama-sama, antara kepolisian dan pemerintah daerah, sehingga bisa membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih," jelas Kombes DJoko Julianto.
Sekitar 100 warga Jabungan tampak antusias dan tertib mengantre sejak pagi dengan membawa galon air mineral masing-masing. Selain pengisian langsung ke wadah milik warga, petugas juga mengisikan pasokan air ke dalam tiga tandon penampungan umum guna memastikan ketersediaan pasokan air bagi seluruh penerima manfaat.
Krisis air bersih di kawasan perbukitan Jabungan diakui warga telah berlangsung lama dan berulang setiap kali kemarau tiba. Ketersediaan air dari sumur dangkal maupun program Pamsimas warga mengalami kekeringan total akibat kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan ini.
Solehah, salah seorang warga penerima bantuan, mengungkapkan betapa sulitnya memenuhi kebutuhan air harian selama kemarau.
"Kurang ini, kurang. Kalau kemarau, biasanya ada beberapa titik air sumur tapi airnya juga kekurangan. Selama ini kemarin sudah ada bantuan tiga kali, ini yang empat kali. Kalau mau masak ya beli galonan untuk minum," ungkapnya.
Ia mengaku kalau tidak ada air cukup, memilih tidak mandi karena airnya dipakai untuk minum dan memasak.
"Kalau tidak ada bantuan air ya tidak mandi, istilahnya botok. Tapi alhamdulillah, ada bantuan air ini sangat membantu," tuturnya saat mengantre air.
Kondisi serupa diamini oleh Pak Poniman, warga setempat lainnya. Ia menjelaskan betapa masyarakat mengandalkan kiriman bantuan air bersih saat memasuki musim kering, mengingat keterbatasan sarana air bersih di wilayahnya.