Teliti Manfaat Buah Gayam, Duo Pelajar SMA di Semarang Sabet Medali Emas ISPO, Lanjut ke Amerika Serikat

Zano dan Ruha, duo pelajar SMA di Semarang meraih medali emas penelitian di ISPO 2026.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Prestasi manis dicatat oleh pelajar Kota Semarang. Adfa Fauzana Maheswara alias Zano (16) dan Ruha Khayyana Syakira alias Ruha (16) menyabet medali emas di ajang Indonesian Science Project Olympiad pada Januari 2026 di Jakarta.

JKN Lindungi 282,7 Juta Penduduk, BPJS Kesehatan: Berhasil Cegah Jutaan Warga Jatuh Miskin

Hasil ini membuat mereka mendapat rekomendasi untuk bertarung penelitian ilmiah di Rochester Institute of Technology di New York, Amerika Serikat, pada 9 - 12 Juni mendatang. 

Zano dan Ruha memenangi ajang bergengsi nasional itu dengan meneliti buah gayam yang diformulasikan menjadi obat kesehatan antidiabetes herbal. Buah itu kerap dijumpai dan sering dimanfaatkan jadi olahan pangan keripik. 

Siap-Siap Daftar, Pemprov Jateng Usulkan 1.000 Formasi CPNS 2026

Nama penelitian dua pelajar SMAN 1 Kota Semarang itu adalah Nano Formulasi Ekstrak Biji Gayam (Inocarpus Fagiferus) untuk Mitigasi Hiperglikemia. Mereka menang dari 40 finalis setelah proses seleksi dari ribuan peserta. 

Ajang ISPO 2026 ini digelar oleh Eduversal Indonesia dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.  

Wamen Kesehatan Tinjau Pengobatan Gratis Polda Jateng Untuk Berantas TB Paru

“Kami meneliti sejak tahun lalu, selama 6 bulan termasuk uji laboratorium. Buah gayam mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang efektif menurunkan kadar gula dalam darah yang signifikan,” kata Zano saat ditemui di rumahnya, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Selama melakukan penelitian, mereka didampingi guru SMAN 1 Semarang, Martin Wibowo dan seorang profesor.

Ekstrak biji gayam itu juga sudah diuji ke tikus dan hasilnya efektif menurunkan kadar gula dalam darah. Ekstrak itu telah diuji coba selama 14 hari berturut-turut.

Formula antidiabetes temuan mereka telah dipatenkan di Kementerian Hukum Republik Indonesia pada 12 Januari 2026.

“Bentuknya cairan, nanoformulasi,” jelas Zano. 

Ia mengatakan, berdasar hasil riset, pada tahun 2024 ada 10 juta pengidap diabetes di Indonesia. Diprediksi, pada tahun 2045 meningkat menjadi sekitar 16 juta orang.

Sementara itu, Ruha menambahkan hasil penelitiannya bersama Zano berharap bisa dikembangkan lebih luas agar dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas. 

“Kami ingin bisa memaparkan hasil penelitian ini di Amerika Serikat di Genius Olympiad. Selain membawa nama Indonesia juga nama SMA dan Kota Semarang, new experiences juga buat kami,” tambah Ruha.

Duo peneliti itu sebelumnya juga menyabet beberapa penghargaan internasional dan nasional. Di antaranya, juara 1 di ajang ICSIT tingkat ASEAN pada Desember 2025. Kemudian runner-up di ajang ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) pada Februari 2026 di Kampus Undip. Mereka juga meraih runner up di ajang Indonesia International Applied Science Project (I2ASPO) tahun 2024 di Surabaya.

Halaman Selanjutnya
img_title