Jateng Raih Penghargaan Kesehatan Nasional, Kepala Dinkes: Speling Punya Andil Besar

Warga mendapatkan pemeriksaan gratis program Speling.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan pada ajang National Governance Award 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat malam (24/4/2026).

Banyumas Juara, Ini Daftar Daerah dengan Wisatawan Terbanyak di Jawa Tengah Selama Libur Sekolah

Jateng menyabet gelar pada kategori Health Ecosystem. Jawa Tengah dinilai mampu menurunkan angka stunting secara progresif melalui penguatan layanan kesehatan yang menyentuh hingga tingkat desa.

Capaian tersebut ditopang berbagai program inovatif, mulai dari Spesialis Keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan layanan rumah sakit (Fastrack RS), hingga penguatan pembiayaan kesehatan dan kolaborasi lintas sektor.

Ribuan Pelari Ikuti Rupiah Borobudur Playon 2026, Seluruh Biaya Pendaftaran Didonasikan Untuk Masyarakat Borobudur

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar, mengungkapkan, program Speling memberikan dampak nyata terhadap peningkatan akses layanan kesehatan sekaligus penurunan prevalensi stunting.

Berdasarkan data e-PPGBM, dari 1,9 juta balita yang ditimbang, prevalensi stunting di Jawa Tengah berada di angka 9,8 persen.

Merapi Semburkan Lahar Panas Sejauh 1,8 Kilometer

“Program ini efektif karena mendekatkan layanan spesialis ke masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses,” ujarnya.

Speling menjadi inovasi unggulan karena mengintegrasikan skrining, layanan dokter spesialis, hingga rujukan rumah sakit dalam satu sistem terpadu. Hingga 21 April 2026, program ini telah menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan sasaran lebih dari 97.506 warga.

Selain itu, teknologi seperti X-Ray portable TB X-PRESS turut digunakan untuk mempercepat deteksi dini tuberkulosis di lapangan.

Yunita mengungkapkan, capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga mencatat hasil signifikan. Pada 2025, realisasi mencapai 37,73 persen atau 14,29 juta orang. Jumlah tersebut melampaui target nasional. Sementara pada 2026, capaian telah menyentuh 15,79 persen atau lebih dari 6 juta warga, tertinggi secara nasional. (TJ)