Stroke Makin Banyak Serang Usia Produktif, Gaya Hidup Dan Begadang Bisa Jadi Pemicu
- Dok
Viva Semarang – Anggapan bahwa stroke hanya menyerang kelompok lanjut usia kini tidak lagi sepenuhnya benar. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus stroke pada usia produktif menunjukkan peningkatan. Perubahan pola hidup yang kurang sehat menjadi salah satu faktor yang dinilai berkontribusi terhadap munculnya penyakit ini pada kelompok usia yang lebih muda.
Di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran, pasien stroke termuda yang pernah menjalani perawatan bahkan tercatat baru berusia 28 tahun. Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa stroke dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
Direktur RSUD dr. Gondo Suwarno, dr. Mas Dady Dharmadi Suryadi, menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang terjadi ketika aliran darah menuju otak terganggu. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah yang dikenal sebagai stroke iskemik maupun pecahnya pembuluh darah yang disebut stroke hemoragik.
“ Stroke merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak mati dan memerlukan penanganan medis secepatnya untuk meminimalkan kerusakan otak, juga mencegah gejala sisa yang terjadi setelah serangan stroke,” jelas dr. Dady.
Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan terapi. Pasien stroke non hemoragik yang datang ke rumah sakit dalam masa golden period, yakni kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul, memiliki peluang untuk mendapatkan terapi trombolitik. Terapi ini bertujuan melarutkan sumbatan pada pembuluh darah sehingga aliran darah ke otak dapat kembali normal dan kerusakan jaringan otak dapat ditekan seminimal mungkin.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menangani kasus stroke akut, RSUD dr. Gondo Suwarno menerapkan layanan Code Stroke, sebuah sistem penanganan cepat yang melibatkan berbagai tenaga medis agar pasien dapat memperoleh diagnosis dan terapi dalam waktu sesingkat mungkin.
Sejak Agustus 2025 hingga April 2026, tercatat sekitar 17 pasien telah mendapatkan penanganan melalui layanan Code Stroke. Dari jumlah tersebut, 13 pasien memenuhi syarat untuk menjalani terapi trombolitik.
Hasil yang diperoleh cukup menggembirakan. Sebanyak lima pasien menunjukkan perbaikan signifikan bahkan saat masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara pasien lainnya mengalami perkembangan kondisi secara bertahap dengan tetap menjalani kontrol dan pemantauan medis secara rutin.
“Alhamdulillah, RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran adalah salah satu rumah sakit siaga stroke. Di Semarang Raya, baru empat rumah sakit yang memiliki layanan Stroke Hyperakute sesuai standar internasional, dan kami salah satunya. Stroke bisa sembuh jika mendapat penanganan yang cepat dan tepat,” ujar dr. Dady.
Komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan stroke berkualitas juga mendapat pengakuan internasional. Pelayanan stroke emergensi yang dijalankan RSUD dr. Gondo Suwarno berhasil meraih penghargaan Gold Status dari World Stroke Organization melalui program Angels Award. Penghargaan tersebut diberikan kepada rumah sakit yang dinilai mampu memberikan penanganan stroke secara cepat, tepat, dan sesuai standar internasional.
dr. Dady mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko stroke, terutama di tengah gaya hidup modern yang kerap mengabaikan kesehatan. Ia menegaskan bahwa stroke dapat menyerang siapa saja, mulai dari usia muda hingga lanjut usia, dengan tingkat keparahan yang beragam.
" Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, berolahraga secara teratur, menghindari kebiasaan begadang, serta memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup," pesannya.
Selain itu, dr. Dady juga meminta masyarakat untuk dapat mengenali tanda-tanda awal stroke dan segera mencari pertolongan medis apabila gejala muncul.
" Semakin cepat pasien tiba di rumah sakit, khususnya dalam rentang waktu kurang dari 4,5 jam sejak serangan terjadi, semakin besar peluang untuk mendapatkan terapi yang efektif dan mengurangi risiko kecacatan jangka panjang. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, peluang pemulihan pasien stroke dapat meningkat secara signifikan," pungkasnya.