Investor Australia Kucurkan Rp 5,7 Triliun Bangun Pabrik Baterai EV di KEK Batang, Buka 1.000 Lowongan Kerja
- Dok
Viva Semarang – Provinsi Jawa Tengah kembali memperkuat posisinya sebagai pusat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) nasional. Perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), resmi menanamkan investasi strategis senilai US$ 350 juta (sekitar Rp 5,7 triliun) untuk membangun pabrik baterai EV di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
Proyek ini diproyeksikan membuka 1.000 lowongan kerja pada masa konstruksi dan siap mempercepat transisi energi hijau di Indonesia.
Chairman PBT, Stephen Wilmot, mengungkapkan bahwa investasi di Batang merupakan proyek terbesar sepanjang sejarah PBT. Fasilitas di Indonesia ini dirancang memiliki kapasitas pemurnian lebih dari empat kali lipat dibanding pabrik PBT yang berlokasi di Jerman.
Selama masa pembangunan yang dimulai pada 2027, proyek ini menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja konstruksi. Saat beroperasi penuh, pabrik akan mempekerjakan 200 tenaga kerja tetap serta menggerakkan sektor pendukung seperti logistik, transportasi, dan usaha lokal. PBT menegaskan komitmennya untuk tidak mendatangkan pekerja asing untuk posisi operasional dasar.
"Kami tidak ingin mendatangkan tenaga kerja dari negara lain. Kami ingin melatih dan memberdayakan masyarakat lokal Jawa Tengah agar memiliki kompetensi unggul di industri baterai modern," tegas Stephen Wilmot.
Rantai Nilai Utuh & Komitmen Daur Ulang Baterai
Pabrik di KEK Batang difokuskan memproduksi precursor cathode active material (pCAM). Tak hanya mengolah bahan baku dari tahap awal, PBT juga akan membangun sistem daur ulang baterai (battery recycling) untuk memastikan rantai pasok kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Meskipun wilayah tambang nikel berada di luar Jawa, PBT memilih Jawa Tengah karena keunggulan strategis:
1. Lokasi & Konektivitas: Efisiensi jalur distribusi manufaktur.
2. Ketersediaan SDM: Tenaga kerja terampil dan melimpah.
3. Ekosistem Industri: Iklim investasi terpadu di KEK Batang.
Pemprov Jateng Pangkas Hambatan Birokrasi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut hangat audiensi pimpinan PBT di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Luthfi menegaskan bahwa Pemprov Jateng mendukung penuh investasi hijau ini dan meminta seluruh proses perizinan disinkronkan bersama pengelola KEK Industropolis Batang, KIT Batang, dan Danantara agar bebas dari hambatan administratif.