Ribuan Pelari Taklukan Jalur Ekstrem Gunung Sindoro di Dieng Caldera Race 2026
- Dok
Viva Semarang, Olahraga – Dingin menusuk tulang tidak menyurutkan semangat para peserta Dieng Caldera Race (DCR) 2026, di Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah.
Dari titik ketinggian ini, petualangan fisik mereka dimulai sejak pukul 03.30 WIB, Minggu (21/6/26).
Lomba lari lintas alam ini berlangsung selama tiga hari, sejak 19 hingga 21 Juni 2026. Ini bukan lagi sekadar event olahraga dan ajang unjuk ketahanan fisik, tapi juga membedah keindahan alam Dieng.
Kompetisi trail run tahun ini tampil berbeda dan jauh lebih menantang dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Pihak penyelenggara melakukan perombakan rute total hingga 100 persen untuk kategori 25K. Panitia memasukkan jalur pendakian Gunung Sindoro sebagai lintasan utama.
Perubahan drastis ini justru menjadi daya tarik magnetis yang mendongkrak jumlah penggemar trail run hingga mencapai total sekitar 2.000 pelari.
Luar biasanya, lonjakan juga terjadi pada segmen peserta internasional, di mana lebih dari 150 pelari asing dari berbagai negara turut ambil bagian. Angka itu meningkat tajam dari tahun lalu yang hanya diikuti 44 orang.
Jalur baru menuju puncak Sindoro tersebut menyajikan ujian fisik yang sangat berat namun dibalut dengan pemandangan alam yang memukau.
Selain kebun teh dan barisan pegunungan, para pelari juga disuguhi lanskap ikonik seperti kompleks Candi Arjuna dan Telaga Menjer.
Jalur menanjak menuju puncak Sindoro sangat berat, namun jalur turunnya menyajikan tantangan yang jauh lebih menguras tenaga.
Seorang pelari asal Madiun, Jawa Timur, mengungkapkan, elevasi menuju puncak Sindoro memberikan sensasi berlari yang luar biasa dan sangat memuaskan.
"Bagus, water stasion juga banyak dan lengkap," kata Nadia, peserta dari Madiun tersebut.
Sementara Binsar, pelari asal Semarang, menyebut ajang ini sebagai salah satu kompetisi lari lintas alam paling berkesan yang pernah ia ikuti.
"Atmosfer udara dingin khas Dieng membuat jalannya perlombaan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan," ungkapnya. (TJ)
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno yang ikut di ajang ini, menegaskan bahwa pemerintah daerah memandang kompetisi ini sebagai pintu gerbang strategis untuk mengenalkan pesona alam Dieng ke kancah yang lebih luas.