Penerima Bisyaroh di Kota Semarang Hampir Tembus 10 Ribu Orang
- Dok
Viva Semarang – Pemerintah Kota Semarang memperluas cakupan penerima bisyaroh bagi modin, guru mengaji, guru Madrasah Diniyah, guru Raudhatul Athfal, hingga petugas kemakmuran masjid. Perluasan itu sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Jumlah penerima bisyaroh pada tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2025 penerima bisyaroh mencapai 6.572 orang. Tahun 2026 ini meningkat menjadi 9.992 orang, atau hampir 10 ribu.
"Kami ingin negara hadir melalui Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan penghargaan kepada mereka. Karena selama ini mereka melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan. Peran modin, guru mengaji, guru madrasah, marbot, dan seluruh penggerak keagamaan sangat besar dalam menjaga harmoni sosial dan membangun karakter masyarakat. Sudah selayaknya mereka mendapatkan perhatian," kata Agustina pada Selasa (7/7/26).
Sejumlah kelompok penerima mengalami peningkatan signifikan. Guru Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ) bertambah dari 3.000 menjadi 4.000 orang, guru Madrasah Diniyah (Madin) meningkat dari 1.000 menjadi 1.390 orang.
Sementara petugas kemakmuran masjid (marbot) naik dari 531 menjadi 885 orang, dengan target mencapai 1.000 penerima pada 2027.
Untuk guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), yang sebelumnya belum pernah menerima bisyaroh, kini untuk pertama kalinya memperoleh dukungan bagi 320 orang guru.
Khusus bagi modin, Pemerintah Kota Semarang memberikan bisyaroh sebesar Rp1.000.000 setiap bulan yang disalurkan secara triwulanan.
"Saya berkomitmen, emua modin harus dapat bisyaroh ini. Mereka menjalankan tugas kemanusiaan yang sangat mulia, hadir mendampingi warga di saat-saat paling sulit. Pemerintah Kota harus memberikan dukungan dan penghargaan yang layak atas pengabdian tersebut," tegasnya. (TJ)