Angkutan Barang Kereta Api di KAI Daop 4 Semarang Tembus 269.723 Ton
- Dok
Viva Semarang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat kinerja positif pada sektor logistik. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, volume angkutan barang di wilayah ini mencapai 269.723 ton. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 21,66 persen atau bertambah 48.009 ton jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 221.714 ton.
Untuk memenuhi kebutuhan distribusi logistik yang terus meningkat, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan rata-rata sebanyak 28 perjalanan kereta api angkutan barang setiap harinya. Layanan ini mencakup berbagai komoditas penting bagi sektor industri dan perdagangan, mulai dari semen, bahan bakar minyak, petikemas, hingga angkutan retail, yang menghubungkan berbagai pusat distribusi utama di Pulau Jawa.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari semakin membaiknya kepercayaan pelaku usaha terhadap moda transportasi kereta api.
“Pertumbuhan volume angkutan barang hingga September 2026 menunjukkan perkembangan positif pada layanan logistik KAI Daop 4 Semarang. Kami terus berupaya mengoptimalkan operasional dan memperkuat kolaborasi dengan para mitra agar layanan angkutan barang dapat mendukung kebutuhan distribusi secara andal dan terencana,” ujar Luqman Arif.
Operasional harian tersebut didukung oleh jaringan relasi antardaerah yang terjadwal secara konsisten. Rangkaian kereta api barang seperti layanan semen, tanki BBM, petikemas, hingga pengiriman parsel dan retail beroperasi secara reguler untuk menjaga kelancaran rantai pasok. Selain menggunakan rangkaian khusus barang, pengangkutan komoditas retail turut didukung oleh kapasitas bagasi pada sejumlah perjalanan kereta api penumpang.
Ke depannya, KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui evaluasi operasional yang berkala, peningkatan koordinasi dengan mitra usaha, serta membuka peluang kerja sama baru. Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung distribusi logistik yang efisien, aman, dan berkelanjutan di tengah dinamika kebutuhan industri modern. (TJ)