Semarang Siagakan 119 Pompa Banjir Hadapi Musim Hujan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng cek pompa penyedot banjir.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Pemerintah Kota Semarang memperketat kesiapsiagaan infrastruktur dan personel guna mengantisipasi ancaman banjir serta potensi bencana alam menjelang puncak musim hujan. Langkah mitigasi ini disiapkan secara intensif mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim hujan akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027 mendatang.

Pemkot Semarang Guyur Bonus Rp25,49 Miliar Setelah Juara Umum Porprov Jateng 2026

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dan kecepatan respons seluruh jajaran pemerintah daerah untuk meminimalkan dampak genangan air maupun bencana hidrometeorologi lainnya. Pemkot Semarang telah memastikan kelayakan infrastruktur pengentas banjir, penyediaan logistik darurat, hingga pemantauan sistem peringatan dini di wilayah-wilayah rawan.

"Seluruh perangkat daerah bersama jajaran terkait harus siaga penuh dan bergerak cepat. Mitigasi dan kesiapan infrastruktur, mulai dari sistem pompa hingga logistik darurat, harus dipastikan berfungsi optimal untuk melindungi masyarakat dari potensi genangan dan bencana," tegas Agustina saat memberikan instruksi kesiapsiagaan di Semarang.

Kerugian Rob Pekalongan Tembus Rp31 Triliun, Butuh Strategi Tiga Zona Adaptasi di Pesisir

Sebagai langkah konkret pencegahan banjir, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang telah menyiagakan 119 unit pompa air yang terdiri dari pompa stasioner serta 101 unit pompa portabel. Keseluruhan sistem perpompaan ini memiliki kapasitas total daya sedot mencapai 92.190 liter per detik dan disiagakan beroperasi selama 24 jam penuh di wilayah Semarang bagian timur, tengah, serta barat. Langkah teknis ini turut disokong oleh 66 unit dump truck dan 57 unit alat berat.

Tak hanya mengandalkan mesin pembuang air, pengerukan sedimen dan pembersihan saluran makro juga telah digenjot sejak Maret 2026. Pembersihan berkala tersebut menjangkau sekitar 41 titik sungai dan saluran utama kota, termasuk kawasan rawan seperti Kaligawe, Tlogosari, Jalan Gajah, serta wilayah selatan Semarang.

BMKG: Hujan Merata di Jawa Tengah Hari Ini

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, memastikan seluruh armada fisik dan sarana pengendali banjir di lapangan berada dalam kondisi siap tempur.

"Teman-teman di lapangan memastikan kesiapan sistem pompa saat ini dalam kondisi fit dan sehat untuk menghadapi musim penghujan. Pengerukan dan normalisasi di puluhan sungai serta saluran besar juga terus kami kebut untuk memperlancar aliran air," ungkap Suwarto.

Di sektor penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah mengaktifkan posko siaga bencana, pemetaan wilayah rawan longsor dan angin kencang, serta penguatan Early Warning System (EWS) untuk memantau tinggi muka air sungai secara berkala. Kesiapan operasional ini sebelumnya juga telah diuji melalui Apel dan Gladi Lapang Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana yang melibatkan unsur TNI, Polri, aparatur kecamatan, hingga jejaring relawan.

Halaman Selanjutnya
img_title