Pantas Pesertanya Antusias, Rute Lari Rupiah Borobudur Playon Seindah Ini
- TJ Sutrisno
Viva Semarang – Ajang sport tourism Rupiah Borobudur Playon (RBP) 2026 mampu menyedot lebih dari 4.000 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Tahun ini adalah kali ke empat event lari ini digelar.
Salah satu daya tarik dari RBP ini adalah rutenya yang sangat indah. Para pelari menyusuri jalan-jalan di pedesaan yang memiliki panorama alami, keramahan warga, suara alam asli, juga sunrise di Borobudur yang terkenal sangat memukau.
Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah yang menggelar acara ini memang menjadikan RBP sebagai salah satu pendorong pariwisata. Selain itu juga untuk membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar, serta mengedukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai alat pembayaran di Indonesia.
Rute RBP dimulai dari Taman Lumbini Candi Borobudur, kemudian melewati jalan aspal antar desa yang mengelilingi kawasan sejarah Candi Borobudur.
Di sepanjang rute, para pelari mendapatkan kejutan saat beberapa beberapa kelompok kesenian tradisional menampilkan atraksi dan menyemangati para pelari.
Manajemen jadwalnya pun sangat terukur. Para pelari memulai start pada pukul 05.30 WIB untuk kategori 10K, dan 05.45 untuk kategori 5K.
Dengan jadwal seperti itu, para pelari bisa tepat berada di beberapa spot yang menyajikan sunrise atau matahari terbit. Matahari tampak bulat utuh berwarna jingga, dihiasi siluet pohon kelapa di latar depan.
"Indah banget ya. Kita lari sambil tengok kanan tadi pas melewati sawah, ada sunrise. Dan cuaca juga bersih tanpa mendung sama sekali, sehingga sunrise-nya sangat cantik," kata pelari yang biasa dipanggil Bunda Lia asal Salatiga.
Ini adalah yang kedua kalinya ia ikut Rupiah Borobudur Playon. Menurutnya, rute di Borobudur sangat khas dan otentik karena memadukan alam, desa wisata, dan situs purbakala.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, Bank Indonesia sangat mendukung pengembangan sport tourism yang mengintegrasikan olahraga, wisata, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial. Selain itu juga ada edukasi kebanksentralan.
"Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui peningkatan literasi, penguatan kapasitas UMKM, serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan," jelas Noor Nugroho.