Kisah Sukses Uda Awal, Merintis Sate Padang Gerobak, Kini Punya Restoran Minang Chaniago
- TJ Sutrisno
Viva Semarang, Kuliner – Meniti usaha dari titik nol hingga mencapai puncak kesuksesan bukanlah perkara mudah. Hal inilah yang dibuktikan oleh Awal Rahmat Chaniago. Pria yang akrab disapa Uda Awal tersebut membagikan kisah sukses dalam membangun usaha Rumah Makan (RM) Padang Chaniago di Kota Semarang.
Padahal, Uda Awal mengawali usaha dari berjualan sate padang gerobakan. Siapa sangka, kini ia sukses mengelola empat cabang restoran Minang yang cukup diperhitungkan di ibu kota Jawa Tengah.
Perjalanan panjang Uda Awal merantau di Semarang dimulai sejak tahun 2003 silam. Darah pebisnis kuliner sejatinya sudah mengalir sejak kecil saat membantu sang ibu berjualan warung nasi di Padang.
Ia kemudian merantau ke Jakarta. Di sana ia bekerja serabutan membantu sebuah toko pakaian.
"Ya bantu-bantu di toko itu. Ikut jualan pakaian, melayani pembeli," kata Uda Awal mengawali cerita.
Dari Jakarta kemudian Uda Awal merantau ke Bandung. Di Kota Kembang, Uda Awal nekat berjualan sate Padang gerobakan. Ia tinggal di rumah kontrakan kecil di sebuah gang di Cimahi. Di situlah ia bertemu Indri yang merupakan tetangga dekat kontrakannya.
Namanya jodoh, keduanya pun jatuh hati dan menikah. Bunda Indri pun ikut menemani Uda Awal berjualan keliling.
Tekad kuat untuk mengubah nasib membuat suami istri ini merantau ke Kota Semarang. Di sebuah kontrakan kecil di kawasan Manyaran, Semarang Barat, mereka tinggal.
"Kita bawa baju aja yang kami punya. Tidur di kontrakan juga pakai tikar dan berbantal pakaian yang kita tumpuk," kata Bunda Indri mengenang masa perjuangan dulu.
Mereka kemudian menuai membuka usaha warung makan Padang kecil-kecilan. Masa-masa awal merintis cukup berat.
"Saya masih ingat betul, omzet pertama itu sekitar 90 ribu rupiah dalam sehari. Hari kedua dapat 100 ribu. Kemudian naik turun, dan lama-lama mulai stabil dan berkembang," lanjutnya.
Awalnya,seluruh pekerjaan mereka kerjakan berdua saja. Setelah mulai kelihatan prospeknya, mereka mempekerjakan satu orang.
"Pekerja pertama orang Purwodadi. Ia datang ke warung nyari kerja. Alhamdulillah cocok," ungkapnya.