Panduan Lengkap ke Desa Penglipuran Bali: Nikmati Ecotourism Bebas Sampah, Kulineran Khas, dan Serba QRIS!
- TJ Sutrisno
Viva Semarang, Wisata – Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali, tidak hanya menawarkan udara sejuk dan pemandangan indah, tetapi juga pengalaman budaya dan kuliner yang autentik. Sebagai salah satu Desa Wisata Kreatif Unggul (DEWIKU) binaan Bank Indonesia, desa ini sukses memadukan tradisi leluhur dengan konsep ecotourism, serta modernisasi berbasis ekonomi hijau.
Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Bali, berikut adalah panduan lengkap untuk memahami daya tarik, sejarah, hingga kuliner khas di Desa Penglipuran.
1. Kemudahan Transaksi
Dukungan penuh dari Bank Indonesia dalam menerapkan prinsip ecotourism berbasis digital membuat pengalaman berwisata di Desa Penglipuran menjadi semakin nyaman dan ramah lingkungan.
Wisatawan bisa bertransaksi secara digital dan ramah lingkungan, karena seluruh transaksi di desa ini, mulai dari tiket masuk hingga belanja produk UMKM lokal, sudah terintegrasi menggunakan sistem QRIS.
Warga Penglipuran telah dibekali dengan pelatihan manajemen serta tata kelola keuangan, sehingga mampu mengelola pariwisata berkelanjutan secara profesional.
2. Kawasan Terbersih di Dunia
Pengunjung disuguhkan pemandangan deretan rumah adat yang rapi, jalanan bebas sampah, serta area konservasi hijau yang menjadikannya percontohan ecotourism di tingkat internasional.
3. Wisata Kuliner Khas Bali di Warung Bu Rumi
Menjelajahi Desa Penglipuran terasa belum lengkap tanpa mencicipi sajian kuliner lokal. Salah satu titik favorit wisatawan untuk bersantap adalah Warung Bu Rumi, UMKM kuliner lokal yang menyajikan hidangan autentik khas Bali.
Warung Bu Rumi menjadi tempat pas untuk menikmati olahan resep tradisional dengan bumbu base genep khas Bali yang kaya rempah dan menggugah selera. Menu andalannya adalah Ayam Betutu dan Tipat Cantok.
Wisatawan dapat menyegarkan dahaga dengan Loloh Cemcem, minuman herbal khas Penglipuran yang terbuat dari daun cemcem dan memiliki cita rasa unik paduan asam, manis, sedikit asin, dan segar.
4. Mengenal Budaya Bali Aga dan Sejarah Penglipuran
Berbeda dengan sebagian besar wilayah Bali yang mendapat pengaruh tradisi Majapahit, Desa Penglipuran tergolong ke dalam budaya Bali Aga yang sangat menjaga keaslian nilai-nilai lokalnya.
Jika di tempat lain di Bali identik dengan tradisi ngaben (kremasi), masyarakat Penglipuran memilih untuk mengubur jenazah warga yang meninggal dunia sebagai bentuk kearifan lokal secara turun-temurun.