Saat Doa Tak Pernah Berhenti: Dari Gunung Kalong, Harapan Damai Dipanjatkan untuk Indonesia

Lak Gwee Cap Kauw 2577 ' dalam perayaan Hari Makco kwan Im Po Sat Mencapai Kesempurnaan
Sumber :
  • Abc

Viva Semarang – Selama 2 hari Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Ungaran, Kabupaten Semarang menggelar ' Lak Gwee Cap Kauw 2577 ' dalam perayaan Hari Makco kwan Im Po Sat Mencapai Kesempurnaan. Dalam rangkaiannya Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong Ungaran menggelar 'Doa Untuk Perdamian Dunia ' yang digaungkan terus menerus selama 12 jam sejak pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB keesokan harinya, doa terus dipanjatkan. 

Awas, Gunung Merapi Bisa Menyemburkan Awan Panas Tiba-tiba

Ketua yayasan TITD Sri Kukus Redjo (Vihara Gunung Kalong) Ungaran Tjoa Lie Lie, mengatakan perayaan tahun ini berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Tradisi ini menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat nilai kasih sayang, kebajikan, sekaligus mendoakan keselamatan bagi seluruh bangsa dan dunia.

" Untuk doa bersama kedamaian bangsa dan negara kita. Kita akan bersembahyang selama 12 jam. Serta pemanjatan Sadarma Pundarika Sutera (Phu Men Phin) dan Sangkung yang dipimpin oleh YM. Bhiksu Dharmarakhita MTH. Dari Vihara Amurwa Bhumi Graha," ujarnya.

Government Go to School Tanamkan Kesadaran Hukum dan Nasionalisme kepada Pelajar Kabupaten Semarang

Umat Mengikuti Doa 12 Jam Di Vihara Gunung Kalong

Photo :
  • Abc

Selanjutnya untuk doa keselamatan ini umat akan mengikuti tradisi kepada para Bodhisattva yang berada di vihara. Meski telah lama dikenal dalam tradisi Buddhis, prosesi tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Vihara Gunung Kalong.

Kemudahan Layanan Jaminan Kesehatan Nasional Jadi Harapan Bagi Masyarakat

Prosesi itu akan dipimpin oleh YM. Bhiksu Dharmarakhita MTH dari Vihara Amurva Bhumi, Lampung, bersama umat yang hadir. Tak hanya menjadi ruang ibadah, perayaan ini juga menjadi ajang silaturahmi umat Buddha dari berbagai daerah. 

Sebanyak 105 peserta dipastikan ambil bagian dalam prosesi tersebut dengan membawa sekitar 150 rupang. Tidak hanya berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa, sejumlah peserta juga datang dari luar pulau, menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan antarumat.

Seluruh rupang nantinya akan menerima pemberkatan yang dipimpin para pandita sebagai simbol doa keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian.

" Jumlah rupangnya sekitar 150. Nanti akan diblesing juga dengan para pandita kita. intinya untuk doa keselamatan dan kedamaian untuk negara kita. Dalam hari kedua dipimpin oleh Romo Pujianto," imbuh Lily.

Di balik kemeriahan perayaan, tersimpan pesan yang jauh lebih besar. Vihara Gunung Kalong ingin menjadikan momen ini sebagai pengingat bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi setiap orang untuk bersama-sama berharap akan kehidupan yang damai.

Halaman Selanjutnya
img_title