Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Begitu Juga Pakuwojo

Petugas melakukan pemadaman lahan di lereng Gunung Sumbing.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo resmi dinyatakan padam pada Jumat sore (23/10) dan terus dipantau pada Sabtu dan Minggu.

Kebakaran yang meliputi wilayah Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Magelang tersebut berhasil ditangani setelah ada kolaborasi intensif antara Perum Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, TNI, Polri, serta jajaran relawan di lapangan.

Padamnya kobaran api menjadi angin segar bagi upaya perlindungan ekosistem hutan dan pelestarian lingkungan hidup di wilayah tersebut, sekaligus menandai pentingnya sinergi lintas instansi dalam mengatasi bencana alam.

Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Perum Perhutani, Didiet Widi Hidayat, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat di lapangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama dalam menjaga aset lingkungan negara.

"Padamnya kebakaran di kawasan Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo merupakan kabar baik bagi upaya perlindungan hutan dan kelestarian lingkungan," kata Didiet Widi Hidayat, dikutip dari Perhutani.co.id, 

Ia menambahkan, pemadaman hanyalah langkah awal, sementara langkah krusial berikutnya adalah melakukan pemantauan intensif, pencegahan kebakaran susulan, dan peningkatan kesadaran masyarakat sekitar kawasan.

BPBD Kabupaten Wonosobo juga mengingatkan bahwa pemadaman ini bukan berarti kesiapsiagaan dapat dikendorkan. Upaya mitigasi dan kewaspadaan dinilai tetap harus berjalan optimal guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api baru, terutama pada kondisi cuaca kering.

"Alhamdulillah, berdasarkan informasi penanganan yang kami terima, kebakaran di kawasan Gunung Sumbing dan Gunung Pakuwojo telah padam pada. Namun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api kembali," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, Sumekto.

Ia secara khusus meminta masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembuat titik api sembarangan, seperti membakar sampah, membuang puntung rokok, atau meninggalkan api unggun dalam kondisi menyala. Sinergi antara petugas pemantau dan kesadaran warga sekitar diharapkan dapat menjaga keberlanjutan fungsi hutan sebagai penopang tata air dan penyeimbang ekosistem Jawa Tengah secara jangka panjang. (TJ)