Madrid Tumbang dihajar Bayern Munchen di Liga Champions

Laga Atletico Madrid melawan Bayern Munchen di Liga Champions UEFA.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola – Bayern Munich sukses menghajar Atletico Madrid dengan skor meyakinkan 2-0 di Riyadh Air Metropolitano, Rabu (4/11/26) dini hari WIB. Pada laga Liga Champions UEFA itu, raksasa Jerman sukses menerapkan taktik yang tepat di babak kedua serta efektivitas pergerakan Harry Kane yang meruntuhkan blok pertahanan rapat tuan rumah.

Pertandingan ini sejak awal mempertemukan dua filosofi permainan yang kontras. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengandalkan kedisiplinan tingkat tinggi lewat formasi 4-4-2 dengan blok rendah yang rapat. Jarak antar-lini pertahanan Madrid dijaga tidak lebih dari sepuluh meter untuk menutup ruang gerak pemain Bayern. Madrid juga mengandalkan kecepatan Julian Alvarez dan kekuatan fisik Alexander Soerloth untuk melancarkan serangan balik.

Sebaliknya, Bayern Munich tampil sabar dengan memegang kendali penguasaan bola hingga mencapai 58 persen. Tim tamu menerapkan sistem 4-2-3-1 yang cair dan kerap bertransformasi menjadi 2-3-5 ketika menyerang. Joshua Kimmich bertindak sebagai pengatur tempo di lini belakang, sementara para pemain sayap Bayern diinstruksikan bergerak ke dalam guna menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah.

Meski skema bertahan Atletico Madrid sukses meredam gempuran lawan sepanjang paruh pertama dan menjaga skor tetap 0-0. Tapi tekanan konstan dari Bayern mulai membuahkan hasil selepas turun minum.

Gol pemecah kebuntuan lahir pada menit ke-54 melalui kaki Karl. Gol tersebut tercipta berkat kepadatan di lini tengah yang berhasil menarik para gelandang Atletico keluar dari posisinya, sehingga membuka ruang tembak bagi pemain muda tersebut.

Pergerakan Harry Kane menjadi faktor pembeda paling krusial dalam duel taktik ini. Penyerang timnas Inggris itu kerap turun lebih dalam ke posisi nomor 10. Taktik ini memaksa bek tengah Atletico meninggalkan zona amannya dan menciptakan celah bagi rekan-rekan setimnya untuk masuk ke lini pertahanan.

Simeone mengubah taktik pertandingan pada menit ke-59 dengan memasukkan Koke, Kang-in Lee, dan Ademola Lookman serta mengubah formasi menjadi 4-3-3. Tapi ini justru membuat Atletico menjadi lebih rentan terhadap transisi cepat lawan. Celah di lini belakang tersebut dimanfaatkan oleh Bayern pada menit ke-74 lewat gol Konrad Laimer yang memanfaatkan situasi serangan balik cepat.