Gunung Semeru Erupsi 44 Kali Dalam Waktu 6 Jam

Merapi terpantau pada Senin pagi (24/11/25).
Sumber :
  • PVMBG

Viva Semarang – Gunung Api Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada hari ini, Senin (24/11). 

Lima Wartawan yang Hilang di Perairan Gunung Anak Krakatau Belum Ditemukan

Melansir data PVMBG, gunung berketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut tersebut, secara visual terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis (Kabut 0-II). Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tinggi, mencapai ketinggian sekitar 500 hingga 1.000 meter dari puncak.

Data pengamatan kegempaan menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi dalam 6 jam, mulai 00.00 hingga 06.00 WIB 

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Jumlah Penumpang Kereta Api di Semarang Melonjak

Tercatat sebanyak 44 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo antara 10-22 mm dan durasi gempa 64-147 detik.

Selain itu, tercatat 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 8 mm dan durasi 52 detik.

Dampak Erupsi Anak Krakatau Berlanjut, Bandara Semarang Batalkan 14 Penerbangan Hari Ini

Kemudian, 3 kali gempa tektonik dengan amplitudo 3-30 mm, mencerminkan adanya aktivitas tektonik dari jarak jauh.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi penting kepada masyarakat di sekitar Semeru dan wisatawan.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak 20 km tersebut, masyarakat diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan resmi dari PVMBG dan otoritas setempat guna memastikan keselamatan. (TJ)