Apa Kabar Gunung Merapi? Hari Ini Luncurkan Lava Panas Berkali-kali Sejauh Dua Kilometer
- Info Merapi
Viva Semarang – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi. Berdasarkan laporan terbaru dari MAGMA Indonesia Kementerian ESDM pada Selasa, 31 Maret 2026, status gunung api ini tetap bertahan pada Level III atau Siaga. Pengamatan yang dilakukan selama periode enam jam pertama sejak Selasa (30/3) tengah malam menunjukkan kondisi kawah yang aktif dengan hembusan asap putih setinggi 50 meter.
Aktivitas permukaan Merapi ditandai dengan intensitas guguran lava yang cukup sering. Petugas mencatat telah terjadi 11 kali guguran lava ke arah hulu sungai di sisi barat daya. Material tersebut meluncur menuju Kali Sat dan Kali Putih dengan jarak tempuh maksimum mencapai 2.000 meter dari puncak.
Secara visual, gunung terlihat sangat jelas di bawah cuaca cerah meskipun potensi bahaya tetap mengintai penduduk di sekitarnya.
Data kegempaan juga menunjukkan adanya suplai magma yang masih berlangsung dari dalam perut bumi. Tercatat sebanyak 35 kali gempa guguran terjadi dengan amplitudo yang bervariasi antara 2 hingga 17 milimeter.
Selain itu, terdapat 33 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak yang menandakan adanya pertumbuhan kubah lava atau pergerakan fluida di dalam tubuh gunung. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa ancaman erupsi efusif maupun eksplosif masih sangat nyata.
BPPTKG dan otoritas terkait memberikan rekomendasi ketat bagi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya. Ancaman utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas yang dapat meluncur ke sektor selatan dan barat daya.
Area bahaya meliputi alur Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer. Sementara itu, alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki radius bahaya hingga sejauh 7 kilometer dari puncak Merapi.
"Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi gangguan abu vulkanik jika terjadi letusan yang lebih besar," semua imbauan dari ESDM.
Bahaya lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi juga harus diwaspadai, terutama saat terjadi hujan deras di area puncak. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat status gunung akan segera ditinjau kembali. Semua pihak diharapkan tetap tenang dan selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah setempat. (TJ)