Gunung Merapi Dua Kali Meluncurkan Awan Panas Pada Minggu Pagi, Wisatawan Gempar
- BPPTKG
Viva Semarang – Gunung Merapi kembali erupsi pada Minggu pagi, 12 April 2026. Gunung yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu meluncurkan awan panas guguran sebanyak dua kali, terhitung sejak pukul 06.00-12.00 WIB.
Peristiwa awan panas Merapi ini membuat gempar para wisatawan yang sedang berkunjung di Obyek Wisata Klangon, Klaten, Jawa Tengah.
Laporan terbaru yang dirilis oleh petugas pos pengamatan Gunung Api (PPGA) Merapi menunjukkan bahwa telah terjadi beberapa kali awan panas guguran.
Yulianto, petugas PPGA, dalam laporannya menyebutkan bahwa aktivitas Gunung Merapi terus dipantau secara ketat. Pada periode pengamatan hari ini, visual Merapi sempat tertutup kabut. Namun, pengamatan kegempaan menunjukkan adanya aktivitas yang cukup tinggi.
Tercatat adanya gempa awan panas guguran dan puluhan gempa guguran dengan amplitudo bervariasi. Gempa-gempa ini mengindikasikan adanya pergerakan material vulkanik di dalam gunung.
Yang patut diwaspadai, telah teramati adanya luncuran awan panas guguran yang mengarah ke kali Boyong, salah satu sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Awan panas ini meluncur dengan jarak maksimum sekitar 2000 meter. Luncuran awan panas ini berpotensi membahayakan daerah-daerah yang dilaluinya.
Yulianto menegaskan bahwa suplai magma di dalam Gunung Merapi masih terus berlangsung. Hal ini didukung oleh data pemantauan yang menunjukkan adanya aktivitas magma di dalam gunung.
"Ini berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan," jelasnya.
Pihak PPGA memberikan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.
Hujan dapat memicu terjadinya lahar dingin yang berbahaya. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang mungkin terjadi. Abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III atau Siaga. Tingkat aktivitas ini terus dipantau dan akan segera ditinjau kembali jika terjadi perubahan yang signifikan. Pihak berwenang terus berupaya untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. (TJ)