Gunung Semeru Meletus 29 Kali Pagi Ini
- Istimewa
Viva Semarang, Lumajang – Gunung Semeru di Jawa Timur meletus sebanyak 29 kali pagi ini dalam kurun waktu hanya 6 jam, Kamis 10 September 2026.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan hasil pemantauan pada Kamis (10/9/2026) periode pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, sepanjang enam jam pengamatan tersebut, Gunung Semeru mencatatkan 29 kali erupsi. Hal itu terpantau dari catatan gempa letusan atau erupsi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan bahwa secara visual tubuh gunung tertutup kabut. Asap dari kawah utama tidak teramati akibat cuaca mendung hingga hujan di sekitar area puncak.
"Hasil rekaman seismograf menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih dinamis. Terdeteksi sebanyak 29 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10 hingga 22 milimeter dan durasi gempa berkisar antara 73 hingga 162 detik," paparnya dalam laporan resmi MAGMA Indonesia.
Selain gempa letusan, PVMBG mencatat sejumlah aktivitas kegempaan lainnya:
Gempa Guguran: 11 kali (amplitudo 2–4 mm, durasi 30–110 detik)
Gempa Hembusan: 2 kali (amplitudo 6–8 mm, durasi 60–82 detik)
Harmonik: 3 kali (amplitudo 2–4 mm, durasi 140–502 detik)
Gempa Tektonik Jauh: 1 kali (amplitudo 15 mm, S-P 61 detik, durasi 159 detik)
Kondisi meteorologi di sekitar Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang ini terpantau bersuhu udara 19–20 °C dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Curah hujan terukur mencapai intensitas 11,4 mm per hari.
Imbauan dan Zona Bahaya
Menyikapi tingkat aktivitas Level III ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan:
Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km.
Radius Aman Puncak: Sterilisasi total diberlakukan dalam radius 5 km dari kawah/puncak guna menghindari bahaya lontaran batu pijar.
Potensi Lahar Hujan: Masyarakat diminta mewaspadai ancaman awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya. (TJ)