Ketepatan Waktu Kereta Api dari Daop 4 Semarang Nyaris 100 Persen

Suasana aktivitas penumpang kereta api di Stasiun Semarang Tawang.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – KAI Daop 4 Semarang merilis angka ketepatan keberangkatan kereta api sepanjang Semester  Satu Tahun 2026. Dari Januari hingga Juni 2026, sebanyak 34 perjalanan kereta api keberangkatan awal dari wilayah Daop 4 Semarang mencatatkan tingkat ketepatan waktu 99,46 persen. Itu artinya, seluruh kereta api tersebut berangkat nyaris 100 persen tepat waktu.

Wisata ke Bromo dari Semarang Cuma 115 Ribu, Begini Caranya

Sebanyak 34 perjalanan kereta api tersebut melayani berbagai tujuan utama di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Surabaya, Purwokerto, Solo, Tegal, Cirebon, Bandung, dll.

Perjalanan menuju Jakarta meliputi KA Argo Sindoro, KA Argo Muria, KA Argo Merbabu, KA Gunungjati, KA Menoreh, KA Tawang Jaya Premium, KA Tawang Jaya, dan KA Tegal Bahari. 

Lansia Naik Kereta Api Tembus 150 Ribu Lebih di Semarang

Kemudian perjalanan menuju Surabaya menggunakan KA Ambarawa Ekspres pagi dan siang. Sementara Kereta api perjalanan menuju Purwokerto dan Cilacap menggunakan KA Kamandaka.

Untuk perjalanan menuju Tegal, Brebes, dan Cirebon, KAI mengoperasikan Prujakan menggunakan KA Kaligung.

Face Recognition Boarding Gate Makin Diminati Penumpang Kereta Api di Semarang

Perjalanan menuju Solo menggunakan KA Banyubiru, ke Cepu menggunakan KA Blora Jaya, dan ke Bandung dengan KA Ciremai.

Selainitu ada 4 perjalanan KA lokal yaitu KA Kedungsepur relasi Semarang Poncol - Ngrombo.

Untuk perjalanan kereta api penumpang, tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen. Sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 95,83 persen.

Sementara itu, pada layanan kereta api barang, OTP keberangkatan mencapai 97,65 persen dan OTP kedatangan sebesar 98,06 persen.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari disiplin operasional yang konsisten.

"Ketepatan waktu nyaris 100 persen menunjukkan bahwa koordinasi dan disiplin operasional di seluruh lini berjalan sangat baik, mulai dari petugas pengatur perjalanan kereta api, masinis, petugas stasiun, hingga tim perawatan sarana dan prasarana," ujar Luqman di Semarang, Senin (26/7/26).

Ia menambahkan, koordinasi antara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop), petugas stasiun, dan masinis menjadi kunci ketepatan perjalanan kereta api.

"Pemeliharaan sarana dan prasarana perkeretaapian dan memanfaatkan sistem pemantauan secara real-time untuk memonitor kondisi lintas membuat potensi hambatan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini," ungkapnya. (TJ)