Pernah Berseteru di Liga 1, PSS dan PSIS Kini Beda Jauh

Laga PSIS Semarang melawan PSS Sleman di Liga 2.
Sumber :
  • Instagram PSS Sleman

Viva Semarang, Sepak Bola – Roda berputar bagi dua kekuatan sepak bola Jawa Tengah dan DIY. PSS Sleman dan PSIS Semarang kini beda jauh. PSS berpotensi naik ke Liga 1, sedangkan PSIS berpotensi tergusur dan degradasi ke Liga 3

PSIS Dihajar Persiraja di Stadion Jatidiri Semarang

Sebelumnya, kedua tim kerap terlibat rivalitas panas di kasta tertinggi Liga 1. Kini hasil yang dicapai PSS dan PSIS sangat kontras di kompetisi Liga 2 Pegadaian 2025/2026.

Berdasarkan klasemen terbaru Grup B, PSS Sleman kokoh bertengger di puncak klasemen dengan raihan 45 poin dari 21 pertandingan. Sebaliknya, PSIS Semarang justru terpuruk di papan bawah klasemen. PSIS hanya mengantongi 16 poin dan bertengger di posisi 9. Sebuah posisi yang mengancam mereka ke babak playoff dan berpotensi degradasi ke Liga 3.

Pegadaian Championship Resmi Bergulir Mulai Hari Ini, Laga Perdana PSIS Vs PSPS

Dominasi PSS Sleman

Ketimpangan kualitas kedua tim musim ini terlihat jelas dalam dua pertemuan langsung mereka di babak penyisihan.

Pemain Argentina Bergabung, Dapur Pacu PSIS Bertambah Kencang

Pada putaran pertama, PSS Sleman sukses membungkam PSIS dengan skor meyakinkan 2-1 di Sleman.

Pada putaran kedua, PSS semakin menggila dengan menghancurkan PSIS di Semarang sendiri lewat skor telak 5-0.

Agregat 7-1 dalam dua laga tersebut menjadi bukti bahwa PSS Sleman saat ini berada di level yang berbeda. Tim berjuluk Super Elang Jawa tersebut kini menjadi salah satu kandidat kuat juara Liga 2. Sementara Laskar Mahesa Jenar harus berjuang ekstra keras agar tidak terlempar ke kompetisi Liga 3.

Statistik Berbicara

Jurang pemisah kedua tim juga terlihat dari produktivitas gol. PSS memiliki selisih gol yang impresif yaitu +24 (39 gol memasukkan), sedangkan PSIS memiliki rapor merah yang mengkhawatirkan dengan selisih gol -28 (hanya mencetak 11 gol dan kebobolan 39 kali).

Melihat tren performa dalam lima laga terkini, PSS sedang berada di atas angin dengan tiga kemenangan beruntun. Sementara itu, PSIS masih kesulitan meraih konsistensi untuk keluar dari zona playoff. Jika kondisi ini terus berlanjut, perseteruan klasik mereka di kasta tertinggi hanya akan menjadi kenangan masa lalu.

Meski begitu, pelatih PSIS Andri Ramawi tetap optimis bahwa timnya bisa memaksimalkan laga sisa dengan hasil maksimal. Timnya akan bekerja keras agar tetap berada di Liga 2.

Halaman Selanjutnya
img_title