Setidaknya, PSIS Bukan Tim Terburuk di Liga 2, Ada yang Lebih Hancur
- PSIS
Viva Semarang, Sepak Bola – Performa PSIS di musim ini benar-benar buruk dibandingkan musim-musim sebelumnya. Berdasarkan klasemen sementara Grup B Liga 2 Pegadaian Championship, PSIS terjerembab di posisi ke-9. Posisi ini memaksa mereka berada di ambang jurang degradasi ke Liga 3.
Harapan: Jalur Play-off
Dengan sisa pertandingan yang ada, prediksi paling nalar bagi PSIS adalah finis di peringkat ke-9 Grup B. Sayangnya, posisi ini bukanlah zona aman. Berada di peringkat ke-9 berarti PSIS harus melewati fase playoff degradasi. Fase ini sangat krusial karena jika kalah otomatis terlempar ke Liga 3.
Jika tetap di posisi 9 Grup B, maka Laskar Mahesa Jenar harus bertarung hidup-mati melawan peringkat ke-9 dari Grup A (saat ini dihuni oleh Persekat). Laga ini untuk menentukan siapa yang berhak bertahan di Liga 2, dan siapa yang harus rela terlempar ke kasta rendah Liga 3 musim depan.
Bukan yang Terburuk di Liga
Meski performa tim sangat mengecewakan, ada satu fakta yang mungkin bisa menjadi "penghibur" tipis. Bahwa PSIS bukanlah tim dengan rapor terburuk di Liga 2.
Jika melihat peta kekuatan secara keseluruhan, PSIS saat ini menempati posisi "3 terbaik dari 3 terbawah". Ada dua tim yang memiliki catatan jauh lebih amburadul:
Sriwijaya FC (Grup A): Menjadi tim dengan performa paling hancur musim ini. Mereka terbenam di dasar klasemen dengan hanya mengantongi 2 poin dan selisih gol yang mengerikan (-61).
Persipal (Grup B): Menghuni posisi juru kunci di grup yang sama dengan PSIS. Persipal hanya mampu mengoleksi 7 poin tanpa sekalipun mencicipi kemenangan dalam 21 laga.
Perbandingan Skor Terburuk
Salah satu indikator yang menunjukkan PSIS masih "lebih baik" dari tim terburuk adalah hasil pertandingan saat mereka dihajar lawan. Kekalahan terpahit PSIS musim ini terjadi saat mereka dilumat PSS Sleman dengan skor 0-5 di hadapan publik sendiri di Semarang.
Namun, angka tersebut belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan catatan Sriwijaya FC. Tim asal Palembang tersebut tercatat menciptakan rekor skor terburuk setelah dihancurkan oleh Adhyaksa dengan skor telak 15-0.