Lamine Yamal Cedera, Terancam Tak Ikut Piala Dunia
- FCB
Viva Semarang – Pertandingan La Liga di Stadion Camp Nou berubah mencekam pada Kamis dini hari WIB. Gol Barcelona atas Celta Vigo langsung disambut ketegangan. Bintang muda mereka, Lamine Yamal, tergeletak setelah sukses menang penalti menjadi gol.
Ia harus meninggalkan lapangan lebih awal. Ia mengalami cedera sesaat setelah mencetak gol lewat titik putih. Ia tampak memegangi paha kiri bagian belakang sambil meringis kesakitan.
Drama bermula saat Yamal dilanggar di kotak terlarang. Wasit langsung menunjuk titik penalti tanpa ragu. Yamal maju sebagai eksekutor dan sukses menjalankan tugasnya. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan satu detik. Saat akan merayakan gol, Yamal tiba-tiba roboh dan meringis kesakitan.
Pemain muda ini terlihat memegangi paha kiri bagian belakang. Tim medis segera berhamburan masuk ke tengah lapangan. Pelatih Hansi Flick tidak punya pilihan lain selain menariknya keluar. Menit ke-40, Roony Bardghji masuk menggantikan sang bintang yang dipapah ke ruang ganti.
Apa Itu Cedera Hamstring
Analisis awal mengarah pada kemungkinan cedera hamstring yang cukup serius. Kontraksi otot saat melakukan ancang-ancang penalti diduga menjadi pemicunya. Cedera jenis ini sangat ditakuti oleh pemain bola karena masa pemulihannya yang lama.
Sebagai contoh, Harry Kane pernah cedera hamstring dan harus istirahat selama tiga bulan.
Kehilangan Yamal menjadi pukulan telak bagi skema permainan Barcelona. Bagi Yamal, itu juga pukulan berat mengingat ini adalah Piala Dunia pertamanya.
Kini, perhatian tertuju pada laporan medis resmi pihak klub. Jika hamstring Yamal benar-benar robek, ia terancam absen hingga akhir musim. Tapi jika cederanya tidak begitu parah ia bisa sembuh lebih cepat dan Piala Dunianya aman.
Kondisi ini membuat tim nasional Spanyol sangat cemas. Piala Dunia 2026 sudah di depan mata dan tinggal hitungan bulan. Tanpa Yamal, daya gedor Spanyol dipastikan akan berkurang drastis.
Berdasarkan data dari Institute of Sport Exercise and Health (ISEH) Inggris, jenis cedera ini memiliki karakteristik yang sangat bermasalah dan tingkat kekambuhan yang tinggi.
Sekali seorang pemain mengalami cedera hamstring, risiko untuk terkena cedera serupa di masa depan meningkat drastis. Ironisnya, cedera susulan tersebut sering kali jauh lebih parah dibandingkan insiden awal.