Argentina Sulit Juara, Cek Statistik Ini

Lionel Messi.
Sumber :
  • Reuters

Viva Semarang, Sepak Bola – Dalam jagat sepak bola modern, memenangkan trofi Piala Dunia adalah pencapaian tertinggi. Namun, mempertahankan gelar tersebut pada edisi berikutnya telah menjelma menjadi salah satu misi paling sulit dalam sejarah olahraga. 

Argentina Dukung Infantino Jadi Presiden FIFA, Ada Hubungan ya dengan Ancaman Sanksi?

Lebih dari 6 dekade telah berlalu sejak terakhir kali juara bertahan mampu mengangkat trofi Piala Dunia secara beruntun.

Sejarah mencatat bahwa hanya ada 2 negara yang pernah sukses melakukan back-to-back juara. Italia menjadi yang pertama melakukannya pada edisi 1934 dan 1938 di bawah asuhan Vittorio Pozzo.

Pemain Argentina Jadi Rebutan Barcelona dan Arsenal

Kemudian setelah 20 tahun berselang, generasi emas Brasil yang dimotori oleh Pele muda menyamai rekor tersebut dengan menjuarai edisi 1958 dan 1962.

Setelah itu, mempertahankan juara menjadi sulit bahkan nyaris membeku dan belum terpecahkan hingga hari ini.

Napak Tilas Dubes Prancis: Menelusuri Jejak Arthur Rimbaud di Daop 4 Semarang

Prancis sebenarnya nyaris memecahkan kutukan ini pada turnamen 2022. Datang sebagai jawara edisi 2018, Les Bleus berhasil menembus partai final di Qatar. Namun, langkah Kylian Mbappe dan kawan-kawan dihentikan oleh Argentina melalui drama adu penalti yang dramatis. Hal itu menegaskan kembali betapa sulitnya rekor juara bertahan ini untuk ditaklukkan.

Alih-alih mempertahankan gelar, mayoritas negara yang datang dengan status juara bertahan justru kerap terdepak di awal turnamen.

Fenomena ini sering disebut sebagai "Kutukan Juara Bertahan", di mana tim-tim raksasa justru langsung tersingkir secara memalukan di fase grup pada edisi berikutnya.

Tren buruk ini mulanya dianggap sebagai kebetulan semata, namun rentetan kegagalan di abad 21 menunjukkan adanya pola taktis dan psikologis yang nyata.

Pada tahun 2002, Prancis datang sebagai juara bertahan Piala Dunia. Tapi mereka langsung hancur di fase grup tanpa mampu mencetak satu gol pun.

Tahun 2010, Italia datang dengan status sebagai Juara Dunia 2006. Tapi Gli Azzurri justru menjadi juru kunci di fase grup pada Piala Dunia 2010.

Tahun 2014, Spanyol datang dengan memboyong generasi tiki-taka. Juara Dunia 2010 itu diprediksi akan mendominasi turnamen. Tapi nyatanya, mereka tidak berdaya dan langsung angkat koper di fase grup.

Jerman datang ke Piala Dunia 2018 sebagai juara bertahan tahun 2014. Faktanya, Jerman terkapar di fase grup edisi 2018 setelah kalah mengejutkan dari beberapa tim non-unggulan.

Halaman Selanjutnya
img_title