Vinicius Dibuang Real Madrid, Yakin?
- Reuters
Viva Semarang – Real Madrid sepertinya sudah tak kuat menghadapi sikap bengal Vinicius Junior. Klub kaya raya itu di jalur pembalasan yang setimpal kepada pemain Brasil itu.
Setelah sekian lama bagai kebal hukum dan dianggap anak emas, Vinicius kini dicap sebagai beban yang harus disepak keluar dari Santiago Bernabeu. Petinggi Los Blancos dilaporkan sudah berancang-ancang untuk membuangnya pada bursa transfer 2026.
Dan Madrid tentu tak mau rugi meski membuang pemain yang merepotkan itu. Karena, di ujung sana Arsenal sudah menunggu.
Kesabaran manajemen klub Spanyol itu dikabarkan sudah mencapai batasnya ketika menghadapi pemain yang merasa lebih besar dari klub.
Dosa terbesar Vinicius meledak saat laga El Clasico kontra Barcelona, di mana ia mempertontonkan aksi kekanak-kanakan dengan mengamuk secara terbuka ketika diganti oleh pelatih Xabi Alonso.
Bukannya introspeksi atas performanya yang loyo, lingkaran terdekat Vinicius justru makin memperkeruh suasana dengan menyebarkan kritik lewat media eksternal untuk merendahkan kapasitas Alonso. Hasilnya sudah diketahui, Alonso terdepak diganti Arbeloa. Hasilnya? Real Madrid tidak dapat gelar apa-apa musim lalu.
Rangkaian aksi tidak profesional ini jelas menjadi bukti betapa ego sang pemain telah merusak tatanan disiplin dan keharmonisan tim.
Kelakuan egois Vinicius sebenarnya sudah berada di ambang batas ketika ia secara terang-terangan membangkang instruksi tim dalam laga melawan Valencia demi memperebutkan jatah penalti Kylian Mbappe. Vini makin diolok-olok karena tendangannya justru tidak masuk.
Tindakan tersebut menjadi tamparan keras bagi Presiden Florentino Perez, yang selama ini pasang badan membela Vinicius dari berbagai kontroversi. Perez kini mungkin sudah sadar bahwa memelihara pemain indisipliner hanya akan merusak reputasi Real Madrid, sehingga jalan terbaik adalah mendepaknya sejauh mungkin.
Rencana Madrid melempar Vinicius ke pasar transfer dengan harga 150 juta euro tak lain hanyalah cara halus untuk membuangnya tanpa harus merugi secara finansial.
Jika Arsenal jadi dan mau mengguyurkan dana sebesar itu, maka Madrid bisa membeli pengganti Vinicius. Tentu pilihannya adalah pemain yang tajam tapi tidak merepotkan kelakuannya.