Arsenal Tumbang di Pramusim

Laga Arsenal melawan Real Betis di Pramusim.
Sumber :
  • IG Real Betis

Viva Semarang, Sepak Bola Arsenal tumbang saat berlaga di pertandingan pramusim. The Gunners harus mengakui keunggulan Real Betis dengan skor telak 1-3 di Stadion Aviva, Dublin, Irlandia.

Arsenal Jebol Gawang Manchester City Hanya Dalam 23 Detik

Keunggulan ball possesion Arsenal tidak berbanding lurus dengan hasil. Meski menguasai 58 persen laga, Arsenal justru kebobolan tiga gol dan hanya bisa mencetak satu gol balasan.

Lini pertahanan klub Inggris itu tampil tidak seperti biasanya dan itu dimanfaatkan Betis yang tampil efektif.

Como Nyaris Tumbangkan Arsenal, Tapi Adu Penalti Berkata Lain

Real Betis membuka keunggulan saat laga baru berjalan sembilan menit. Berawal dari umpan silang Pablo Fornals, Rodrigo Riquelme sukses memanfaatkannya dengan tenang untuk membobol gawang Arsenal.

Tekanan Real Betis berlanjut pada menit ke-26 ketika Nelson Deossa melepaskan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti yang sulit dijangkau kiper Kepa Arrizabalaga. Gol ini membawa Betis unggul 2-0.

Manchester United Kalahkan Leeds United 5-4 via Adu Penalti

Arsenal sempat berupaya merespons dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-32. Piero Hincapie mencetak gol lewat sundulan terarah usai memanfaatkan umpan sepak pojok dari Christos Tzolis.

Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Menjelang turun minum, kesalahan Kai Havertz di area pertahanan dimanfaatkan dengan baik oleh Pablo Fornals pada menit ke-43 untuk mencetak gol ketiga Betis. Klub Spanyol itu menutup babak pertama dengan skor 3-1.

Memasuki babak kedua, tempo permainan cenderung menurun. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memutuskan melakukan rotasi besar-besaran dengan mengganti mayoritas pemain inti untuk memberikan kesempatan tampil kepada para pemain muda sekaligus menjaga kebugaran skuad.

Di sisi lain, Real Betis tampil lebih disiplin menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Meski tidak meraih hasil maksimal, pertandingan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Arteta dan tim pelatih untuk membenahi koordinasi pertahanan serta efektivitas lini serang sebelum memasuki kompetisi resmi musim 2026/2027. (TJ)