Keren! Enceng Gondok di Rawa Pening Bisa Diubah Menjadi Bio Briket dan Paving Block

Gubernur Jateng tunjukan hasil kerajinan gulma enceng gondok.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Gulma enceng gondok yang selama ini dianggap tanaman pengganggu karena menutup permukaan Rawa Pening Kabupaten Semarang ternyata bisa menghasilkan produk yang berguna.

Dari Rencana 8.523 Koperasi Merah Putih di Jateng, Kini Sudah Ada 1.750 yang Beroperasi

Hasil kerjasama Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengolah gulma enceng gondok bisa menghasilkan bio briket arang alami dan paving block.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, Pemerintah Provinsi telah memberikan bantuan alat dan pelatihan untuk memberdayakan masyarakat sekitar Rawa Pening, Semarang pada program ini. 

Wisata Rawa Pening: Ini Dia 2 Titik Terbaik Untuk Menikmati Keindahannya

"Biar tidak pening terus, harus kita bantu. Ini bentuk upaya memberdayakan masyarakat," kata Ahmad Luthfi saat penyerahan bantuan.

Dari lima UNS menerjukan tim untuk pelatihan. Inisiatif ini sekaligus untuk mengatasi pertumbuhan pesat enceng gondok

Meriah, Lomba Dayung Danau Rawa Pening Pukau Ribuan Warga

Potensi bio briket sebagai bahan bakar alternatif terbuka lebar karena ketersediaan bahan baku enceng gondok yang melimpah dan gratis. Saat ini produksi masih skala rumah tangga, namun potensi produksi massal dengan harga terjangkau sangat besar. Untuk 1 kg bio briket dibutuhkan 100 kilogram enceng gondok.

Hasil penelitian pada 2021 menyebutkan, pertumbuhan enceng gondok mencapai 1 meter persegi dalam jangka waktu 21-28 hari.

Halaman Selanjutnya
img_title