UKSW Luncurkan CSR-CMR, Perkuat Dialog dan Harmoni Lintas Agama
- Uksw
Viva Semarang – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) resmi meluncurkan Center of Excellence–Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) dalam rangkaian International Seminar and Inauguration of CSR-CMR and INSPIRE 2026.
Peluncuran ini menjadi langkah konkret UKSW dalam memperkuat dialog lintas agama di tengah dinamika relasi antarumat beragama yang masih menghadapi berbagai tantangan. Peresmian CSR-CMR ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement antara Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI dan CSR-CMR.
Momentum ini juga menandai peluncuran International Symposium on Peace, Integrity, and Responsiveness of Ecotheology (INSPIRE 2026) yang akan digelar di Jakarta pada 8–10 September 2026.
Kepala CSR-CMR, Sumanto Al Qurtuby, menegaskan bahwa pendirian pusat studi ini dilatarbelakangi realitas hubungan antaragama yang belum sepenuhnya harmonis.
“ Indonesia punya banyak agama, tetapi relasinya tidak selalu baik-baik saja. Ada ketegangan, konflik, dan prasangka. Karena itu center ini dibentuk untuk meminimalisir konflik dan membangun kehidupan antarumat beragama yang lebih toleran,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai universitas Kristen, UKSW memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menjadi jembatan dialog. Identitas tersebut, menurutnya, justru mendorong keterbukaan, keadilan, dan penghormatan terhadap pluralitas.
CSR-CMR juga telah menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Agama RI, Prince Alwaleed Bin Talal Muslim-Christian Understanding (Georgetown University), serta Oxford Center for Muslim-Christian Studies.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Yafet Yosafet Wilben Rissy, menyebut pendirian CSR-CMR sebagai panggilan UKSW untuk berkontribusi dalam membangun keadilan dan perdamaian.
“ Hari ini, kita memulai sebuah era baru, di mana UKSW tidak hanya berkomitmen bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi terciptanya hubungan global yang adil dan harmonis antara umat Kristen dan Muslim,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala PKUB Kementerian Agama RI, Muhammad Adib Abdushomad, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kerukunan.
“ Dialog dan silaturahmi adalah kunci. Karena itu sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.
Ia menambahkan, INSPIRE 2026 akan membuka call for papers, dilanjutkan agenda Road to Inspire serta pemutaran film bertema kerukunan di berbagai universitas.