Pemkot Semarang Berencana Dirikan Sekolah Bonsai

Kota Semarang akan membuat Akademi Bonsai.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Agustina, Wali Kota Semarang berencana menggandeng Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) dengan beberapa dinas untuk membuat sekolah bonsai, bagi anak-anak yang mempunyai hobi memelihara bonsai sampai memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sterilisasi Kucing Jantan Gratis di Kabupaten Semarang, Upaya Kendalikan Populasi dan Cegah Rabies

"Kita akan support penuh PPBI , nanti kita akan inisiasi sekolah bonsai kolaborasi Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Disbudpar dan PPBI untuk membuat sebuah akademi bonsai di Kota Semarang," kata Agustina.

Hal ini menurutnya perlu supaya ada sustain, dengan pembiayaan full dari pemerintah Kota Semarang untuk anak-anak yang menyukai bonsai.

Wajah Baru Transportasi Publik: 27 Bus Listrik VKTR Mulai Beroperasi di Semarang

Menurut Agustina, Pemerintah kota atau Pemkot Semarang mendukung bonsai menjadi komoditas unggulan dari Kota Semarang. Karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi pada pasar lokal maupun internasional.

Hal ini disampaikan wali kota, saat menghadiri acara pembukaan Semarang Bonsai Festival 2025, di Perumahan Graha Padma, Kota Semarang, yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), Sabtu (5/7).

Simpang Lima Siap Sambut Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Fasilitas Publik Dipastikan Aman

Berbagai jenis bonsai dihadirkan dalam pameran yang berlangsung hingga Selasa (8/7), seperti bonsai beringin, asam jawa, sancang, serut dan santigi.Tanaman kerdil khas Jepang ini memiliki harga yang cukup fantastis, yakni mencapai 500 juta rupiah.

"Wah ini luar biasa, bagus banget, ini bisa menjadi salah satu masa depan. Karena ada pendapatannya. Dan jadi komoditi, menjadi hal strategis yang bisa dipikirkan," imbuh wali kota.

Melihat antusiasme peserta, Agustina juga memastikan jika Pemerintah Kota Semarang mendukung pameran ini. Namun, ia menegaskan perihal penyelenggaraan tetap berada naungan PPBI.

"Jadi penyelenggaranya adalah PPBI. Mereka yang expert, dan yang tahu sehingga ada nilai yang khusus dari sebuah pameran. Pemkot Support saja," ujarnya.

Pihaknya juga menyarankan agar pelaksanaan pameran dilakukan lebih lama, agar menjadi daya tarik wisatawan.

"Kalau pameran jangan sebentar, pameran harus lama. Kenapa? Karena ini akan menjadi sebuah destinasi wisata. Saya tadi menawarkan kalau depan gedung balai kota di selasarnya itu bagaimana caranya menjadi rumah pamer," katanya.(TJ)