Banjir Rob Intai Semarang, Cek Peringatan BMKG Ini

Warga Pemalang melewati genangan rob.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi akan melanda wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Berdasarkan rilis resmi Kamis, 5 November 2026, fenomena ini diakibatkan oleh adanya aktivitas pasang air laut yang memenuhi dinamika pesisir di wilayah tersebut.

Kerugian Rob Pekalongan Tembus Rp31 Triliun, Butuh Strategi Tiga Zona Adaptasi di Pesisir

Peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum ini diprediksi akan terjadi pada tanggal 6 November 2026, khususnya pada pukul 02.00 hingga 06.00 WIB. Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai, termasuk Semarang, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan.

Dampak dari fenomena banjir rob ini diperkirakan dapat mengganggu sejumlah aktivitas penting di kawasan pesisir. Sektor yang dinilai paling rentan meliputi terganggunya sistem transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, terhambatnya aktivitas petani garam serta perikanan darat, hingga gangguan pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

BMKG: Hujan Merata di Jawa Tengah Hari Ini

BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan siaga. Sediyanto selaku prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memantau perkembangan situasi terkini.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari banjir pesisir serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG," ujar Sediyanto.

Musim Hujan di Depan Mata, KAI Daop 4 Semarang Cek Jalur Rel Rawan Banjir dan longsor

Informasi mengenai pasang surut air laut ini sendiri bersumber dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang dikoordinasikan bersama BMKG. Warga di sepanjang jalur Pantura Jawa Tengah, khususnya yang beraktivitas di dekat pelabuhan dan kawasan tambak, diminta terus memantau pembaruan informasi resmi demi menghindari kerugian yang lebih besar.