Udinus Luluskan 1.350 Mahasiswa, Tatap Inovasi Digital dan Kerjasama Strategis
- TJ Sutrisno
Viva Semarang – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menggelar wisuda akbar, meluluskan 1.350 mahasiswa pada periode ke-85 yang berlangsung selama dua hari, 27-28 Agustus 2025. Momen penting ini tidak hanya menandai kelulusan ribuan anak bangsa, tetapi juga menjadi ajang Udinus untuk memperkuat kolaborasi strategis, khususnya di bidang teknologi kesehatan.
Pada hari pertama wisuda, Udinus meluluskan 623 wisudawan dari berbagai program studi, mulai dari Diploma hingga Pascasarjana Fakultas Ilmu Komputer. Acara yang berlangsung khidmat di Rama Shinta Ballroom, Hotel Patra Semarang, ini dihadiri oleh para orang tua dan wali.
Siap Bersaing di Industri
Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menyampaikan selamat dan menekankan pentingnya wisuda sebagai bekal masa depan para lulusan. "Wisuda kali ini kami hubungkan langsung dengan dunia industri. Salah satunya lewat kerja sama dengan Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam (Perhompedin) Cabang Kota Semarang," ujar Prof. Pulung.
Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan lulusan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Hasilnya terbukti, sekitar 35% wisudawan sudah bekerja sebelum upacara wisuda.
Kepala LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., mengungkapkan bahwa perguruan tinggi yang baik menjadi modal penting bagi lulusan untuk bersaing secara global.
Kolaborasi Strategis
Kerja sama antara Udinus dan Perhompedin menjadi sorotan utama dalam wisuda kali ini. Ketua Umum Perhompedin Cabang Kota Semarang, Dr. dr. Eko Adhi Pangarsa, Sp.PD-KHOM., menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata untuk membangun Laboratorium Kesehatan Digital Udinus–Oncodoc.
"Laboratorium ini akan menjadi pusat riset dan inovasi. Mahasiswa bisa menguji prototipe dan validasi teknologi kesehatan, sehingga mereka yang menguasai teknologi, khususnya AI, bisa langsung bekerja di bidang kesehatan," jelas Eko Adhi.
Ia menambahkan, kebutuhan akan tenaga ahli di bidang kesehatan digital sangat besar, sementara jumlah tenaga medis masih terbatas. Oleh karena itu, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan digital dan AI Indonesia, serta mengurangi ketergantungan pada teknologi luar.
Udinus juga memberikan penghargaan khusus kepada tiga lulusan terbaik. Merekabadalah Aritza Ganendra Kusuma, A.Md.Kom. (Diploma Teknik Informatika), Eunike Christina Hadiwinoto, S.Tr. Anim. (Sarjana Terapan Animasi), rab Wahyu Adi Nugroho, M.Kom. (Magister Teknik Informatika).
Wisuda ke-85 Udinus menjadi momen penting perguruan tinggi dalam mencetak SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan industri.(TJ)