Makan Siang Bergizi, Pemkot Semarang Luncurkan Program STROBERI, Apa Itu?

Wali Kota Semarang melihat uji coba makan siang bergizi
Sumber :

Viva Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melaunching program Strategi Pemberian Makan Siang untuk Perbaikan Gizi dan Pencegahan Obesitas atau disingkat STROBERI di Kantor Kecamatan Mijen, Kamis (15/8). 

Raih 25 emas Dan Tembus 10 Besar Porprov Jateng XVII 2026, KONI Kab. Semarang Apresiasi Perjuangan Seluruh Atlet

Program STROBERI ini merupakan gagasan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama jajarannya untuk mendukung program pemerintah pusat ke depan dalam memberikan makan siang sehat, bergizi, seimbang serta berbahan pangan sehat kepada siswa di sekolah. 

 

Adu Literasi Keuangan, SMPN 43 Semarang Sabet Gelar Juara LINTAS CBP Rupiah 2026

Sebagai pilot project, implementasi program STROBERI dilaksanakan di SD Negeri Ngaliyan 01 Kota Semarang.

 

BMKG: Hujan Merata di Jawa Tengah Hari Ini

"Kami mencoba karena pemberdayaan masyarakat melalui urban farming ini kan sudah merata di Ibu Kota Jawa Tengah," ujar Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang. 

 

Kemudian, lanjut dia, pemerintahan ke depan memiliki program makan siang bergizi. Dari hal itu, pihaknya mencoba mengkolaborasikan pemberdayaan masyarakat lewat urban farming dengan kebutuhan-kebutuhan untuk program makan siang bergizi. 

 

"Sebagai pilot project, adalah di kantor-kantor kecamatan dan kelurahan, karena telah dikembangkan urban farming sedari awal. Ternyata, di kecamatan Ngaliyan mempunyai program pertanian terpadu," kata Mbak Ita. 

 

Menurut dia, pertanian terpadu di kecamatan Ngaliyan berhasil mengembangkan dan membudidayakan berbagai peternakan dan pertanian. "Ada budidaya ikan, KUB telur dan ayam,  budidaya jamur tiram, kemudian tanaman sayur dan buah lengkap," papar dia. 

 

Akhirnya, kata Mbak Ita, pihaknya mencoba mengkolaborasikan kebutuhan untuk program makan bergizi. Terlebih, lokasi kantor kecamatan berdekatan dengan SD Negeri Ngaliyan 01 Kota Semarang. 

 

"Ini kan kerja bersama pemkot dan stake holder. Kami telusuri, ada panen apa di kantor kecamatan. Oh ternyata ada jamur tiram, telur, tomat sayur kemudian diolah menjadi makanan satu set menu yang sederhana tapi bergizi," jelasnya. 

 

Tak berhenti di sana, Mbak Ita juga menggandeng perwakilan siswa dari beberapa sekolah yang telah mengikuti Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani untuk ikut serta dalam memasak menu bergizi. 

 

"Menunya nasi gurih dengan protein nabati, jamur tiram dan tahu sup. Ada juga omelet hasil telur KUB yang semakin bergizi dengan memasukkan tomat hasil panen di kecamatan. Untuk buah, ada melon hasil panen dari Dinas Pertanian," imbuh dia. 

Halaman Selanjutnya
img_title