Merapi Semburkan Lahar Panas Sejauh 1,8 Kilometer
- Badan Geologi
Viva Semarang – Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup besar. Berdasarkan laporan pengamatan Badan Geologi, gunung yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu menyebutkan lahar panas atau lava yang cukup besar.
Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, antara jam 00:00 hingga 06:00 WIB. Gunung berapi berketinggian 2968 MDPL itu masih tetap berstatus Siaga level III.
Sepanjang enam jam, hasil pengamatan visual menunjukkan puncak Gunung Merapi dapat dilihat dengan jelas oleh petugas. Asap dari kawah utama teramati berwarna coklat dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Keadaan cuaca di sekitar kawasan dilaporkan cerah manakala angin bertiup tenang ke arah timur.
Dari segi aktivitas luapan material, Gunung Merapi telah menyemburkan awan panas guguran sebanyak 3 kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter atau 1,8 kilometer.
Selain itu, guguran lava pijar turut teramati berlaku sebanyak 8 kali juga ke arah Kali Krasak dengan jarak luapan maksimum sejauh 1.700 meter.
Keadaan klimatologi di sekitar pos pemerhatian mencatatkan suhu udara berada di sekitar 17,3 hingga 17,8 darjah Celsius. Kelembapan udara antara 51,1 hingga 72 persen, serta tekanan udara sekitar 874,5 hingga 917,8 mmHg.
Data kegempaan terpantau menjadi indikasi pergerakan magma yang masih berlangsung di dalam perut gunung.
Pihak pemantau mencatat 3 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 32 hingga 36 mm yang berlangsung selama 143,42 hingga 185,34 detik.
Berdasarkan analisis data tersebut, pihak berwenang memberikan rekomendasi tegas agar masyarakat tidak melakukan segala aktivitas di dalam zona potensi bahaya. Ancaman semasa berupa guguran lava dan awan panas mengarah ke sektor selatan hingga barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimum 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimum 7 kilometer.
Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimum 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.
Penduduk juga diminta waspada terhadap kemungkinan lontaran material vulkanik yang bisa menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. (TJ)