Fakta Grimsby Town, "Tim Kecamatan" Hancurkan Manchester United di Carabao Cup, Lebih Murah dari Persik Kediri
- IG Grimsby Town
Viva Semarang, Sepak Bola – Liga Inggris baru saja geger oleh hasil mengejutkan di Carabao Cup. Tim raksasa Manchester United dihancurkan klub yang ibarat "Tim Kecamatan", Grimsby Town, lewat drama 27 gol di Blundell Park Stadium, Kamis (28/8/25).
Gol sebanyak 27 lahir melalui laga normal sebanyak 4 gol, dan adu penalti sebanyak 23 gol. Kedua tim berbagi angka 2-2 di waktu normal, dan 12-11 untuk tuan rumah Grimsby Town.
Alhasil, Setan Merah pun tersingkir dari Carabao Cup 2025. Hasil ini sekaligus menjadi sejarah bagi MU yang untuk pertama kalinya kalah dari tim Divisi 4 di akan Carabao Cup.
Ya, Grimsby Town saat ini berlaga di League Two Liga Inggris atau setara dengan Divisi 4. Sebagai bayangan, kalau di Indonesia berarti Liga 4 (meski tentu saja dengan level yang berbeda).
Profil Grimsby Town
Data di Transfermarkt, sebagai klub Divisi 4 Liga Inggris, Grimsby Town punya nilai total, jika dikonversi ke rupiah, hanya Rp62,57 Milyar. Bayangkan dengan Manchester United yang saat ini punya nilai Rp15,5 Triliun!
Bahkan jika dibandingkan dengan klub Liga Indonesia, Grimsby Town lebih murah dari Persik Kediri dan Persis Solo yang sama-sama punya nilai Rp64 Milyar.
Klub yang bermarkas di kota kecil Cleethorpes Inggris Raya itu pun tak begitu digdaya di kompetisi League Two atau Divisi 4. Musim lalu, Grimsby hanya menempati posisi 9 klasemen League Two, dengan 46 kali main, 20 menang, 8 seri dan 18 kalah.
Musim ini, untuk sementara Grimsby pun masih berada di peringkat 4 League Two dengan 5 kali main, 3 menang dan 2 seri.
Maka tak heran jika di pasar taruhan, MU unggah ke mana-mana atas Grimsby.
Tapi nyatanya, Grimsby mampu menjungkirbalikkan prediksi, dan menendang MU dari persaingan Carabao Cup.
Pada laga tersebut, Manchester United memainkan sejumlah pemain cadangan di susunan awal, sedang Grimsby Town tampil full tim.
Pelatih MU mencadangkan Bruno Fernandes, Mason Mount, dan Matthijs de Light.
Grimsby yang tampil kesetanan di depan publik mereka membuat MU kalang kabut menghadapi serangan balik Grimsby. Ditambah lagi kiper MU Onana tampil seperti kebiasaannya, ceroboh!
Di 20 menit awal, MU sebenarnya pegang kendali dengan mencatatkan ball possession 70 persen. Sedangkan Grimsby memanfaatkan kecepatan pemain untuk melakukan counter attack.
Di saat MU buntu, sebuah serangan cepat dari Grimsby membuat Blundell Park Stadium bagai gempa. Darragh Burns memberi umpan manis yang bisa dituntaskan menjadi gol oleh Charles Vernam. Gawang MU yang dikawal Onana pun jebol di menit ke 22.
Delapan menit kemudian, Grimsby membuat kejutan lain. Lewat skema sepak pojok, bola kemudian coba dihalau Onana yang maju ke depan. Tapi upaya Onana malah menangkap kepala lawan. Bola kemudian meluncur ke arah gawang dan menemui kaki Tyrrel Warren. Pemain ini dengan mudah menceploskan bola ke gawang MU. Skor 2-0 untuk tuan rumah Grimsby Town.
MU kemudian memasukkan Bruno Fernandes, Mathtijs de Light, dan Mason Mount untuk memperkuat pasukan. Hasilnya, di babak kedua MU bisa menyamakan kedudukan lewat Bryan Mbeumo di menit ke 75 dan Harry Maguire di menit ke 89. Skor tuntas 2-2 di waktu normal.
Laga pun harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti.
Dari 13 tendangan penalti, Grimsby sukses menuntaskan 12 gol. Sedangkan MU hanya bisa bikin 11 gol. Alhasil, Grimsby sukses melenggang ke babak berikutnya.(TJ)