Suporter Klub Israel Ini Dilarang Nonton di Stadion Aston Villa

Stadion Aston Villa di Villa Park.
Sumber :
  • IG Aston Villa

Viva Semarang, Sepak Bola – Suporter klub Israel, Maccabi Tel Aviv dilarang menonton langsung di Stadion Villa Park pada pertandingan Liga Europa melawan Aston Villa, 7 November mendatang.

Aksi Konyol Kiper Prancis Bikin AC Milan Jadi Ampas di Kandang Bournemouth

Keputusan supprter Israel dilarang nonton ini diambil menyusul klasifikasi laga sebagai "berisiko tinggi" oleh Kepolisian West Midlands, Inggris.

Melalui club statement atau pernyataan resmi yang dirilis di laman resmi klub tersebut pada pada Jumat (16/10), Aston Villa mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima instruksi dari Safety Advisory Group (SAG), lembaga yang bertanggung jawab atas sertifikat keamanan pertandingan, untuk melarang pendukung Maccabi Tel Aviv berada di stadion.

Kipernya Diusir, AC Milan Hancur Lebur di Markas Bournemouth

"Keselamatan para penonton dan warga sekitar menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan," tegas pihak klub.

Hingga saat ini, dialog dengan Maccabi Tel Aviv dan otoritas lokal terus dilakukan.

Juventus Menang Dramatis di Masa Injury Time Lawan Celta Vigo di Liga Europa

Kepolisian West Midlands, berdasarkan laporan dari The Athletic, menyatakan ketidakmampuan untuk menjamin keamanan di luar stadion jika terjadi potensi demonstrasi atau kerusuhan sepak bola.

Juru bicara kepolisian menyebut bahwa penilaian komprehensif ini didasarkan pada informasi intelijen terkini dan sejumlah insiden sebelumnya, khususnya merujuk pada bentrokan kekerasan serta pelanggaran kebencian yang terjadi saat Maccabi Tel Aviv menghadapi Ajax di Amsterdam pada November tahun lalu.

Insiden di Amsterdam tersebut melibatkan serangan terhadap ratusan penggemar tim Israel oleh pendukung pro-Palestina.

Di tengah meningkatnya protes yang membayangi ajang olahraga internasional terkait penyerangan di Gaza, UEFA, otoritas sepak bola Eropa, menegaskan bahwa mereka mendukung lingkungan yang aman dan ramah bagi para pendukung. Namun, UEFA menekankan bahwa keputusan final terkait aspek keamanan pertandingan sepenuhnya berada di tangan otoritas lokal.

Keputusan ini juga mengingatkan pada kerusuhan yang pernah terjadi di Villa Park pada 2023, di mana 39 orang ditangkap sebelum laga Aston Villa melawan Legia Warsaw. Pengalaman buruk ini menjadi salah satu pertimbangan otoritas lokal untuk bertindak tegas, memprioritaskan keselamatan di atas tradisi sepak bola.

Dengan larangan ini, Villa Park akan menjadi benteng bagi Aston Villa dalam upaya memburu poin tanpa diwarnai oleh potensi ketegangan geopolitik dan kekerasan di sekitar stadion. (TJ)