Bambang Hartono, Warga Kudus Pemilik Como 1907 Meninggal Dunia

Pemilik Como 1907 Bambang Michael Hartono meninggal.
Sumber :
  • Instagram @comofootball

Viva Semarang, Sepak Bola – Kabar duka yang mendalam menyelimuti kancah olahraga internasional. Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026.

Como Tumbang di Kandang Feyenoord Pada Laga Liga Champions UEFA

Pemilik klub sepak bola Italia, Como 1907 itu dikonfirmasi mengembuskan napas terakhirnya di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat. Bambang Hartono meninggal pada usia 86 tahun.

Kabar itu diumumkan oleh Como 1907 lewat akun resmi Instagram @comofootball pada Kamis 18 Maret 2026 sore WIB.

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di RS Siloam

"Como 1907 sangat berduka atas meninggalnya Michael Bambang Hartono. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Hartono dan kepada seluruh pihak di Djarum Group. Di bawah kepemimpinan keluarga tersebut, Klub telah memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenangnya dengan rasa syukur dan hormat," tulis @comofootball.

Kepergian sosok taipan warga Kudus ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam di dunia bisnis, tetapi juga bagi komunitas sepak bola dunia. Tangan dinginnya telah membangkitkan klub dari kasta bawah hingga bjsa bersaing di kompetisi tertinggi Liga Italia Serie A.

Tanpa Jay Idzes, Sassuolo Tumbang di Markas Monza

Di bawah kepemilikan keluarga Hartono melalui Grup Djarum, Como 1907 bertransformasi menjadi klub papan atas.

Bambang Hartono mengakuisisi klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia tersebut pada tahun 2019. Semenjak itu Como berubah, baik dari sisi manajemen profesional maupun pengembangan infrastruktur. 

Komitmen Bambang Hartono dalam membangun identitas klub yang kuat menjadikannya salah satu pemilik klub asal Asia yang paling dihormati di daratan Eropa. 

Dedikasi Bambang Hartono terhadap dunia olahraga sebenarnya telah terbangun jauh sebelum ia merambah ke Liga Italia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia dikenal luas melalui dedikasinya membina atlet bulutangkis di PB Djarum Kudus yang telah melahirkan legenda-legenda bulu tangkis dunia.

Keberhasilannya membawa nama Indonesia ke panggung sepak bola Serie A melalui Como 1907 menjadi catatan monumental tersendiri. Ia membuktikan bahwa manajemen olahraga yang disiplin dan investasi yang tepat sasaran dapat mengangkat tim.

Kini, Bambang Hartono, salah satu orang terkaya di dunia versi Forbes ini telah tiada. Meskipun sosoknya kini telah berpulang, warisannya dalam dunia olahraga akan tetap hidup. (TJ)