Kemenangan 5-0 Como Atas Pisa, Fabregas: Ini Untuk Bambang Hartono
- Instagram Como
Viva Semarang – Pelatih Como 1907 Cesc Fabregas memberikan pernyataan emosional setelah kemenangan telak 5-0 Como atas Pisa di laga pekan ke-30 Liga Italia 2025/26. Ia secara khusus mempersembahkan kemenangan besar timnya untuk mendiang pemilik klub, Michael Bambang Hartono. Pengusaha besar asal Indonesia tersebut meninggal dunia di Singapura pada Kamis, 19 Maret 2026.
Suasana haru menyelimuti Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Minggu malam. Sebelum laga, seluruh pemain dan penonton mengheningkan cipta selama satu menit. Momen ini menjadi bentuk penghormatan terakhir bagi Bambang Hartono yang berjasa membangkitkan klub dari keterpurukan. Como sukses menutup pertandingan dengan performa luar biasa lewat skor telak 5-0.
Fabregas menegaskan bahwa kemenangan ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi seluruh elemen tim. Ia menyebut Michael Bambang Hartono sebagai sosok yang sangat penting bagi keberlangsungan klub.
Menurutnya, keberadaan Como di kasta tertinggi Italia saat ini tidak lepas dari kepercayaan besar keluarga Hartono. Fabregas ingin kemenangan ini menjadi kado penghormatan bagi keluarga Hartono.
"Kami tidak boleh melupakannya. Ini harus dikenang dengan penuh kasih sayang, kemenangan ini untuk Michael dan seluruh keluarga Hartono," ujar dia menambahkan.
Fabregas mengakui atmosfer pertandingan terasa sangat berbeda sejak awal. Para pemain menyadari beban emosional yang ada di pundak mereka. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi tambahan untuk memberikan penampilan terbaik di lapangan.
"Kami puas karena anak asuhnya mampu tampil konsisten dan cerdas sepanjang laga. Mereka mencetak dua gol cepat yang meruntuhkan mental lawan," kata Cesc.
Pencapaian Como saat ini memang tergolong sangat pesat dalam sejarah sepak bola Italia. Klub ini pernah terpuruk hingga ke kasta keempat atau Serie D beberapa tahun lalu. Perubahan besar terjadi setelah Grup Djarum mengambil alih kepemilikan klub. Dengan investasi yang tepat, Como naik tiga kasta hanya dalam waktu lima tahun. Mereka kembali ke Serie A setelah menanti selama 21 tahun.
Kini, di bawah asuhan Fabregas, Como bukan sekadar tim pelengkap di kasta tertinggi. Mereka menjelma menjadi kekuatan baru yang dihuni banyak talenta muda berbakat.