Inggris Ketakutan Hadapi Argentina, Wasit Jadi Alasannya
- Reuters
Viva Semarang, Sepak Bola – Tensi menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina kian memanas, bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Pertandingan klasik itu dijadwalkan berlangsung pada Kamis dini hari WIB.
Laga ini tidak hanya membawa beban sejarah rivalitas yang mendalam, tetapi juga dibayangi oleh gelombang kecurigaan publik Inggris terhadap integritas perangkat pertandingan.
Rumor mengenai perlakuan istimewa yang diduga diterima oleh sang juara bertahan, Argentina, kini menjadi poros utama kekhawatiran yang menghantui para pendukung Tiga Singa. Fans Inggris pun ketakutan jika nantinya wasit dan VAR berat sebelah membela Argentina.
Kecurigaan ini bukan tanpa dasar yang kuat bagi publik Inggris. Mereka merujuk pada serangkaian keputusan kontroversial yang menguntungkan Argentina dalam laga-laga sebelumnya.
Pada babak perempat final yang berlangsung akhir pekan lalu, kemenangan 3-1 Argentina atas Swiss memicu polemik besar setelah intervensi Video Assistant Referee (VAR) berujung pada kartu kuning kedua bagi pemain Swiss Breel Embolo. Pemain ini dianggap melakukan simulasi atau diving.
Keputusan tersebut memaksa Swiss bermain dengan sepuluh orang hingga akhirnya takluk di babak perpanjangan waktu.
Kritik keras langsung dilayangkan oleh kubu Swiss. Bek Manuel Akanji menyebut pertandingan berjalan sangat berat sebelah, sementara Remo Freuler dan pelatih Murat Yakin secara terbuka menuntut transparansi FIFA terkait penggunaan VAR dalam insiden tersebut.
Aroma keberpihakan wasit dinilai kian kental jika menilik laga Argentina sebelumnya melawan Mesir. Dalam pertandingan tersebut, perangkat pertandingan menganulir gol Mesir setelah peninjauan VAR mendeteksi adanya pelanggaran awal. Ironisnya, ketika situasi serupa terjadi pada proses gol Argentina, wasit justru tetap mengesahkan gol tersebut tanpa menunjukkan niat sedikit pun untuk memeriksa monitor VAR.
Ketimpangan perlakuan inilah yang kemudian memicu reaksi keras di jagat maya, di mana basis penggemar Inggris ramai-ramai menyuarakan kecemasan bahwa skenario serupa dapat terulang dan merugikan tim nasional mereka di semifinal.
Bagi publik Inggris, ketakutan ini juga berkelindan dengan trauma masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh.
Masih jelas teringat saat Inggris kebobolan gol Argentina yang dilakukan dengan tangan. Wasit tetap mengesahkan gol tersebut.