Nelayan Indramayu Hilang di Laut Jepara, Tim SAR Dikerahkan
- Basarnas Semarang
Viva Semarang, Jepara – Seorang nelayan asal Indramayu dilaporkan hilang di perairan laut Jepara, Jawa Tengah. Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan Basarnas Kantor SAR Semarang melalui Pos SAR Jepara terus mengintensifkan pencarian nelayan hilang tersebut.
Nelayan bernama Sakim (65 tahun) asal Indramayu, Jawa Barat tersebut dilaporkan hilang tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Lemah Abang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.
Peristiwa itu bermula ketika korban melaut bersama dua rekannya dari Pantai Desa Bandungharjo menggunakan perahu berukuran 4 GT untuk mencari cumi-cumi pada Sabtu siang.
Jalur pelayaran mereka berjarak sekitar 20 mil ke arah barat Pantai Lemah Abang. Memasuki malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, cuaca buruk melanda area pelayaran yang membuat gelombang laut meninggi. Situasi itu memaksa para nelayan memutuskan untuk segera menarik jangkar dan menyudahi aktivitas melaut.
Pada saat berusaha menarik jangkar itulah, Sakim mendadak terpental hingga jatuh ke laut sekitar pukul 23.00 WIB. Rekan-rekan korban di lokasi langsung berupaya menyelamatkan korban, namun sapuan gelombang besar dan arus deras dengan cepat membawa tubuh korban menjauh hingga akhirnya hilang dari pandangan.
"Dua nelayan lainnya yang berada di lokasi secara spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi gelombang yang cukup besar menyebabkan korban hanyut dan akhirnya hilang terbawa arus," ungkap Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, Selasa (1/9/26).
Setelah menambatkan kapal di Dermaga Lemah Abang, para saksi langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pengurus lokal yang meneruskannya ke Pos SAR Jepara untuk dilakukan tindakan penanganan darurat.
"Setelah kapal berhasil bersandar di Dermaga Lemah Abang, kedua nelayan tersebut kemudian melaporkan kejadian kepada pengurus setempat. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke Pos Jepara untuk dilakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban," lanjut Budiono.
Operasi penyisiran terus bergerak dengan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk memetakan jalur pencarian sesuai rencana operasi SAR. Kendati demikian, luasnya cakupan area perairan dan kondisi medan cukup menyulitkan personel gabungan dalam melacak keberadaan korban.
"Tim telah melakukan penyisiran menggunakan RIB sesuai dengan area pencarian yang telah ditentukan. Namun sampai dengan Senin sore pukul 17.00 WIB kemarin, korban masih belum ditemukan. Hari ini cuaca cerah, semoga tim diberi kelancaran dan survivor lekas ditemukan," pungkas Budiono. (TJ)