Noda Lionel Messi di Sepanjang Karirnya
- Tangkapan layar
Daftar juru taktik yang pernah mengelus dada tak berhenti di Sampaoli. Di Barcelona, Quique Setien terang-terangan mengakui betapa sulitnya mengatur sang megabintang, terutama setelah insiden Messi mengabaikan instruksi taktis Eder Sarabia saat jeda minum.
Jauh sebelum itu, pada 2015, Luis Enrique sempat merasakan dinginnya sikap Messi yang merespons keputusan mencadangkannya dengan memboikot latihan terbuka berdalih sakit perut. Ketika seorang pemain bisa menentukan kapan ia mau mendengarkan pelatih dan kapan ia boleh mangkir latihan, konsep hierarki klub jelas sudah kehilangan maknanya.
Bahkan terhadap media yang membesarkan namanya, sikap antikritik Messi pernah mencapai puncaknya. Pada November 2016, bergeming di depan puluhan mikrofon, ia memimpin seluruh skuad Argentina untuk melancarkan boikot media secara total. Dipicu oleh tuduhan jurnalis terkait dugaan konsumsi ganja oleh Ezequiel Lavezzi, Messi memilih membendung seluruh saluran komunikasi pers, menyisakan aksi mogok bicara yang kekanak-kanakan ketimbang menyelesaikan masalah secara elegan.
Meski begitu, harus diakui, deretan catatan hitam ini tidak akan menghapus ratusan gol atau puluhan trofi yang diraihnya. Namun, berbagai insiden tersebut menjadi sentilan yang cukup menggelitik. Di balik topeng kesantunan dan perlindungan istimewa dari para pengadil lapangan, Lionel Messi tetaplah manusia biasa yang tidak lepas dari kecurangan, ketidaksukaan pada aturan, dan hasrat untuk selalu memegang kendali. (TJ)