Lima Titik Kebakaran Melanda Jalur Rel Kereta Api di Wilayah Daop 4 Semarang
- Dok
Viva Semarang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang memperketat pemantauan di sepanjang jalur kereta api. Langkah ini diambil menyusul sejumlah insiden kebakaran lahan kering di sekitar wilayah operasional yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api selama musim kemarau.
Terhitung sejak awal September hingga Rabu (16/9/2026), KAI Daop 4 Semarang mencatat sedikitnya lima kejadian kebakaran di lokasi berbeda. Peristiwa tersebut melanda petak Kapuan–Cepu, area belakang Griya Karya Tawang, Desa Slerok Tegal, petak Karangjati–Sedadi, hingga petak Comal–Petarukan.
Kebakaran umumnya dipicu oleh pembakaran lahan tebu, sisa hasil panen, dan rumput kering yang menjalar akibat cuaca terik. Meski tidak ada korban jiwa dan perjalanan KA sejauh ini masih tergolong aman, kobaran api di area Griya Karya Tawang sempat menghanguskan tiga unit kendaraan warga.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun sisa pertanian di sekitar jalur rel. Selain risiko kobaran api meluas, paparan asap pekat dapat merusak pandangan masinis yang sedang bertugas.
“Saat musim kemarau seperti sekarang, rumput, jerami, sekam, dan material kering lainnya sangat mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis,” ujar Luqman.
Guna mengantisipasi risiko lebih lanjut, KAI Daop 4 Semarang meningkatkan patroli rutin dan memperkuat koordinasi bersama dinas pemadam kebakaran serta pemerintah daerah setempat.
“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap yang mendekati jalur agar dapat ditangani sedini mungkin,” tambah Luqman. (TJ)