Slamet Trail 2026 Dimulai, Hadiah Total Nyaris 100 Juta

Slamet Trail Run 2026 di Guci Tegal.
Sumber :
  • Dok

Viva Semarang, Olahraga – Gelaran Slamet Trail Run 2026 resmi bergulir di kawasan wisata Guci, Kabupaten Tegal, dengan memperebutkan total hadiah sebesar Rp97,5 juta. Ajang lari lintas alam tingkat nasional yang dipadukan dengan Kejuaraan Daerah Asosiasi Lari Trail Indonesia Jawa Tengah ini diikuti sebanyak 1.031 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Jurit Malam Dusun Semilir, Wisata Adrenalin Bertema Horor Khas Halloween

Para pelari berkompetisi dalam lima kategori lomba, yakni 45K Ultra, 25K Summit, 15K Forest, 7K Vertikal, dan 5K Fun Run. Kategori paling ekstrem 45K Ultra dilepas pada Sabtu malam, sementara empat kategori lainnya start pada Minggu (25/10/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan ajang olahraga tahunan ini sebagai momentum strategis untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata di kawasan Guci pascabencana banjir bandang yang sempat melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal serta membuktikan bahwa destinasi wisata Guci telah aman dan beroperasi normal.

Raih 25 emas Dan Tembus 10 Besar Porprov Jateng XVII 2026, KONI Kab. Semarang Apresiasi Perjuangan Seluruh Atlet

“Kita perlu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa kondisi Guci itu sebenarnya dari sisi wisata baik-baik saja,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada konferensi pers Slamet Trail Run di Gulala Azana Resort Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/10/2026).

Tahun ini, peserta terdiri atas 908 pelari kategori umum serta 123 atlet yang bertanding dalam Kejurda ALTI Jawa Tengah. Kehadiran peserta dari luar kawasan Jawa Tengah menjadi peluang besar untuk menarik kembali minat wisatawan nusantara.

Adu Literasi Keuangan, SMPN 43 Semarang Sabet Gelar Juara LINTAS CBP Rupiah 2026

Penyelenggaraan event ini juga mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal secara masif. Sekitar 90 persen personel pelaksana merupakan warga setempat. Panitia turut menggandeng pengelola basecamp, pelaku UMKM, kelompok kesenian rakyat, hingga warga desa di sepanjang rute perlombaan.

Dari sisi pengembangan olahraga, Sumarno yang juga menjabat Ketua ALTI Jawa Tengah menjelaskan bahwa penggabungan Slamet Trail Run dengan Kejurda menjadi ajang pembinaan prestasi. ALTI yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia memanfaatkan kejuaraan ini untuk menjaring bibit atlet potensial menuju Pekan Olahraga Nasional 2028.

“Target kita tentu saja ingin emas. Tapi hari ini kita menargetkan untuk bisa menjaring atlet-atlet yang akan kita kirim pada PON yang akan datang di 2028,” tutur Sumarno.

Halaman Selanjutnya
img_title