Arsenal Memalukan!
- Reuters
Viva Semarang, Sepak Bola – Niat hati melakukan rotasi demi menghemat tenaga, Arsenal justru tampil memalukan di ajang Piala Liga Inggris atau EFL Cup. Bayangkan, ini laga pertama Piala Liga, dan sang juara Premier League langsung terdepak. Padahal musim lalu mereka masuk final di ajang ini.
Alih-alih tersingkir oleh tim setara, Arsenal malah tumbang oleh klub antah berantah dari kasta keempat Liga Inggris. Pernah dengar klub Fleetwood Town?
Haloooo?
Fleetwood Town, tim dari League Two, setara dengan divisi empat. Jauh sekali di bawah Premier League. Sangat jauh.
Nyatanya, Arsenal bertekuk lutut olehnya lewat drama adu penalti usai bermain imbang 1-1, Rabu (28/10) dini hari WIB.
Meski tampil dengan status raksasa Premier League dan menguasai hingga 75 persen aliran bola, skuad asuhan Mikel Arteta malah bingung saat harus menghadapi pemain amatiran yang levelnya berada jauh di bawah mereka.
Semua berekspektasi, Arsenal akan berpesta gol. Tapi gawang Arsenal justru jebol lebih dulu pada menit ke-21 melalui sepakan mulus Aaron Loupalo-Bi yang menuntaskan serangan balik rapi dari tim tuan rumah.
Selepas turun minum, panik mulai melanda. Viktor Gyökeres bisa menyelamatkan muka The Gunners u tuk sementara lewat gol penyeimbang pada menit ke-50 yang. Tapi jujur saja, gol ini pun lebih banyak dibumbui faktor keberuntungan ketimbang skema taktik yang brilian.
Peluang demi peluang emas yang dibuat Kai Havertz maupun pemain pengganti Martin Ødegaard hanya berakhir menjadi statistik sia-sia. Penderitaan Arsenal malam itu ditutup dengan sempurna oleh aksi remaja Max Dowman, yang diganjar kartu merah menjelang akhir laga akibat emosi melayangkan tendangan kepada pemain lawan yang menekelnya.
Bermain dengan sepuluh orang hingga injury time pun tak bisa dimanfaatkan Arsenal. Puncaknya tiba di babak adu penalti. Ketenangan mental para penendang Fleetwood Town sukses meremukkan mentalitas skuad mahal Arsenal. Tendangan Bruno Guimarães yang meleset memastikan langkah The Gunners di Piala Liga Inggris resmi terkubur lebih cepat.
Sebuah malam yang indah bagi Fleetwood untuk membuktikan bahwa uang dan dominasi penguasaan bola tidak ada gunanya jika Anda lupa cara memasukkan bola ke gawang lawan. (TJ)