Prakiraan Cuaca Solo Raya, Waspada Angin Kencang
- Dok
Viva Semarang – Wilayah Solo Raya dan sekitarnya diperkirakan akan menghadapi potensi cuaca ekstrem berupa Hujan Sedang hingga Lebat pada periode prakiraan cuaca 12 jam, mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB, Jumat, 31 Oktober 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi ini.
Solo Raya, yang mencakup Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Boyolali, menunjukkan pola cuaca yang serupa di sebagian besar wilayahnya.
Kondisi Cuaca dan Suhu Udara
Prakiraan cuaca secara umum untuk mayoritas kota/kabupaten di Solo Raya adalah Hujan Ringan hingga Sedang dan Hujan Sedang hingga Lebat.
Boyolali, Karanganyar, dan Sragen diperkirakan mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode prakiraan.
Sementara itu, wilayah lain seperti Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen juga diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Suhu udara di wilayah Solo Raya diperkirakan akan berkisar antara 20 derajat Celsius hingga 26 derajat Celsius di banyak lokasi. Suhu terendah tercatat di Boyolali dan Klaten sekitar 23 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi mencapai 26 derajat Celsius di beberapa daerah lain. Kelembaban udara rata-rata diperkirakan cukup tinggi, yaitu antara 60 persen hingga 95 persen.
Perhatian khusus perlu diberikan pada potensi angin kencang di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Solo Raya. Angin umumnya bertiup dari arah Barat - Utara atau Barat Daya - Utara dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.
BMKG dalam keterangan umumnya memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi, yang relevan dengan Solo Raya. Yaitu waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Pegunungan, Dataran Tinggi, Jawa Tengah bagian Timur, sebagian Solo Raya, dan sekitarnya. Waspada bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, pohon tumbang, genangan air, dan lain-lain.
Masyarakat di daerah rawan banjir seperti di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, serta daerah lereng dan dataran tinggi di Boyolali dan Karanganyar, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang dan tanah longsor. (TJ)