Waspada Penyakit Ini yang Sering Muncul di Musim Hujan

Ilustrasi hujan sedang mengguyur.
Sumber :
  • Ist/AI

Viva Semarang – Musim hujan berpotensi membuat kebugaran tubuh menjadi berkurang dan memicu peningkatan penyakit musiman. Terutama jika kebersihan dan kesehatan kurang menjadi perhatian utama masyarakat. Memahami jenis penyakit yang umum terjadi serta cara pencegahannya adalah kunci untuk menjaga kesehatan selama periode ini.

Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Agustina Bidik Pertumbuhan Ekonomi Semarang

Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, beberapa penyakit di musim hujan yang beresiko mucul lebih tinggi karena faktor cuaca, lingkungan yang mendukung penyebaran kuman dan vektor penyakit.

1. Influenza (Flu)

Siap-siap Liburan! Weekend Ini Cuaca Jawa Tengah Cerah

Influenza adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi di musim hujan. Virus ini menyebar melalui droplet (cairan tubuh) yang dikeluarkan saat batuk atau bersin. Penularan dapat terjadi secara langsung (melalui mulut, hidung) atau tidak langsung, yaitu ketika tangan yang terkontaminasi menyentuh mata, hidung, atau mulut. Gejala umumnya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan pilek.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Rombongan Delegasi Taiwan Terkagum-kagum Lihat Pabrik Jamu Sido Muncul

DBD adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Musim hujan meningkatkan risiko DBD karena curah hujan yang tinggi menciptakan banyak genangan air bersih (seperti di wadah, ban bekas, atau vas bunga) yang menjadi tempat ideal bagi nyamuk ini untuk berkembang biak. Pencegahan utama adalah dengan melakukan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) tempat penampungan air dan menghindari gigitan nyamuk. 

3. Diare dan Penyakit Saluran Cerna

   Diare terjadi ketika saluran pencernaan terinfeksi oleh bakteri, virus, atau parasit. Peningkatan kasus diare saat musim hujan sering dikaitkan dengan sanitasi yang buruk dan kontaminasi air. Banjir dapat mencemari sumber air bersih, dan makanan atau minuman yang terkontaminasi menjadi media penularan utama.

4. Leptospirosis

   Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang hidup dalam urine hewan pengerat (tikus) dan dapat bertahan di genangan atau lumpur. Penularan terjadi ketika kulit yang terluka atau selaput lendir (mata, hidung, mulut) terpapar genangan air yang sudah terkontaminasi. Gejala awal meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual, muntah, dan nyeri otot, terutama betis. Hindari kontak langsung dengan genangan air, terutama bagi mereka yang memiliki luka terbuka. 

Halaman Selanjutnya
img_title