KONAS PHTDI Bawa Harapan bagi Pasien Kanker dan Penyakit Darah
Viva Semarang – Di balik kemajuan ilmu kedokteran, penyakit darah dan kanker masih menjadi perjuangan panjang bagi banyak pasien. Tidak sedikit yang baru mengetahui kondisinya saat penyakit sudah berada pada stadium lanjut, sehingga harapan hidup pun ikut dipertaruhkan.
Kondisi inilah yang mendorong Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) tidak hanya berbicara soal ilmu, tetapi juga hadir lebih dekat dengan pasien. Melalui Kongres Nasional (KONAS) yang akan digelar di Semarang pada 6–8 Februari 2026, PHTDI menggabungkan forum ilmiah dengan aksi nyata kemanusiaan.
Ketua PHTDI Cabang Semarang, dr Mika L Tobing, menyampaikan bahwa bagi pasien penyakit darah dan kanker, waktu dan akses pengobatan menjadi hal yang sangat menentukan.
“ Pasien yang ditemukan pada stadium awal tentu berbeda harapan hidupnya dibanding stadium tiga atau empat. Selain itu, ketersediaan obat juga sangat menentukan,” terang dr Mika, saat dijumpai dalam penyerahan bantuan sosial di rumah singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jawa tengah,Selasa (20/1/2026).
Dikatakan lebih llanjut oleh Dr. Mika, saat ini penanganan penyakit darah dan kanker di Indonesia telah mengacu pada pedoman internasional berbasis bukti ilmiah dari berbagai negara maju. Namun di lapangan, masih terdapat tantangan nyata, terutama keterbatasan akses terhadap obat-obatan terbaru seperti terapi target dan imunoterapi yang belum sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.
Meski begitu, kemajuan pengobatan telah membawa harapan baru bagi banyak pasien. Dr Mika mencontohkan penanganan Acute Myeloid Leukemia (AML) yang kini jauh lebih baik dibandingkan dua dekade lalu, ketika banyak pasien harus menghentikan pengobatan karena keterbatasan biaya.
“ Sekarang, dengan regimen dosis rendah hingga opsi cangkok sumsum tulang, peluang hidup pasien jauh meningkat,” jelasnya.
Tak hanya kanker, Dr. Mika juga menekankan pentingnya persoalan anemia, yang masih menjadi masalah kesehatan dimana kerap luput dari perhatian, termasuk pada anak-anak usia sekolah. Padahal, anemia dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kualitas hidup anak dalam jangka panjang.
Melalui KONAS PHTDI, upaya peningkatan kualitas layanan tidak hanya dilakukan di ruang diskusi ilmiah. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan bakti sosial di Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Semarang, berupa penyerahan bantuan beras, kursi roda, dan tabung oksigen, yang sehari-hari sangat dibutuhkan pasien dan pendamping.