Sakit Perut Berujung Operasi, Kisah Suminarko Peserta BPJS Kesehatan PPU

Suminarko Baju Hitam Peserta BPJS Kes PPU
Sumber :

Viva Semarang – Rasa nyeri di perut bagian bawah sempat lama dianggap sepele oleh Suminarko (55 tahun). Namun siapa sangka, keluhan yang kerap ia abaikan itu menjadi awal perjalanan panjangnya menghadapi batu ginjal. Beruntung, sebagai peserta BPJS Kesehatan segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), ia akhirnya bisa menjalani operasi hingga perawatan tanpa mengeluarkan biaya.

JKN Lindungi 282,7 Juta Penduduk, BPJS Kesehatan: Berhasil Cegah Jutaan Warga Jatuh Miskin

Dengan nada tenang, Suminarko mengenang momen ketika rasa sakit mulai sering datang. Awalnya ia memilih menahan, berharap keluhan itu akan hilang dengan sendirinya. Namun intensitas nyeri yang makin hebat memaksanya mencari pertolongan medis.

“Sebenarnya sudah lama perut bagian bawah sering sakit, tapi saya hiraukan. Sampai akhirnya saya berobat sesuai prosedur ke puskesmas dan mendapat rujukan ke rumah sakit,” ujarnya.

Festival Bunga Bandungan 2026 Kembali Digelar, Disemarakkan Kirab 25 Mobil Hias

Perjalanan pengobatannya dimulai dari pemeriksaan dasar seperti tes urine dan tes darah. Dari sanalah dokter menemukan adanya batu ginjal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kondisinya sempat diperiksa di Klinik perusahaan, namun karena keterbatasan penanganan, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ken Saras, Kabupaten Semarang.

Di rumah sakit rujukan tersebut, Suminarko menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan hingga akhirnya dokter memutuskan tindakan operasi pengangkatan batu ginjal dengan metode laser lithotripsy.

Yuk Manfaatkan Penghapusan Denda Tunggakan PBB-P2 Tahun 2013-2024 Kab. Semarang

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan serat optik kecil melalui saluran kemih untuk memecah batu ginjal menggunakan energi laser agar lebih mudah dikeluarkan. Meski sempat diliputi kekhawatiran, Suminarko mengaku proses operasi berjalan lancar.

“Alhamdulillah selama dirawat ruangannya nyaman, petugas baik, dan dokter yang melakukan operasi juga berjalan lancar. Sampai akhirnya saya bisa sembuh seperti sekarang,” tuturnya.

Selama masa pemulihan, ia juga menjalani rawat inap, pengobatan, serta kontrol rutin. Dari penjelasan dokter, Suminarko memahami bahwa batu ginjal yang dialaminya kemungkinan dipicu pola makan dan minum yang kurang teratur.

Pengalaman tersebut justru membuka matanya akan pentingnya jaminan kesehatan. Ia mengaku bangga sekaligus lega karena seluruh rangkaian perawatan—mulai dari pemeriksaan, tindakan laser, hingga obat-obatan—ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Semua benar-benar ditanggung tanpa biaya tambahan. Pelayanan dokter maupun perawat juga sangat profesional, ramah, dan bersahabat,” ungkapnya.