Pendakian Gunung Semeru Dibuka Lagi

Gunung Semeru anggun di antara kaldera Gunung Bromo.
Sumber :
  • iG kementerianlhk

Viva Semarang, Wisata – Kabar baik bagi pecinta wisata petualangan. Gunung Semeru dibuka lagi untuk pendakian.

Seru! Dusun Semilir dan Warga Bawen Rayakan Kemerdekaan, Ada Tarik Tambang di Atas Kano

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) secara resmi mengumumkan hal tersebut.

TNBTS membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru muali hari ini, Jumat, 24 April 2026.

Bromo Dibuka, Naik DAMRI dari Malang Cuma Rp12.400

Informasi pendakian dibuka itu tertuang dalam pengumuman resmi nomor PG.6/T.8/TU/KSA.04.01/B/04/2026.

"Aktivitas di jalur pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai 24 April 2026," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.

Bromo Kembali Dibuka Mulai Hari Ini

Meskipun jalur telah dibuka, pihak otoritas menetapkan aturan ketat terkait batas jarak tempuh. Pendaki hanya diijinkan hingga area Ranu Kumbolo saja.

Jalur pendakian hingga puncak Mahameru dilarang. Kebijakan ini diambil demi menjamin keamanan wisatawan serta menjaga pemulihan ekosistem di jalur pendakian yang lebih tinggi.

Pembatasan Jarak dan Durasi Pendakian

Kuota harian ditetapkan maksimal sebanyak 200 orang per hari untuk mencegah kepadatan di area perkemahan.

Selain itu, setiap pendaki hanya diberikan izin durasi pendakian maksimal selama 2 hari 1 malam.

Prosedur Pendaftaran Online

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung bisa mendaftar secara daring melalui situs resmi bookingbromotengger.bromotenggersemeru.org.

Proses pemesanan tiket ini harus diselesaikan paling lambat dua hari sebelum keberangkatan (H-2).

Seluruh calon pendaki wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaru yang telah ditetapkan oleh TNBTS. Termasuk pemeriksaan kelengkapan alat dan kesehatan di pos keberangkatan.

Pihak pengelola mengimbau agar seluruh pendaki senantiasa menaati protokol keselamatan.

Pendakian juga harus menjaga kebersihan kawasan taman nasional selama berkunjung.

Pembukaan terbatas ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi wisatawan untuk tetap melakukan aktivitas luar ruangan secara bertanggung jawab. (TJ)