PKB Jateng: Ashari Bukan Kiai, Tapi Dukun
- TJ Sutrisno
Viva Semarang – Sekretaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Sukirman menegaskan bahwa Ashari, tersangka dugaan pelecehan terhadap puluhan santriwati bukan kiai.
Hal itu diungkapkannya kepada wartawan setelah memimpin Muspimwil PKB Jawa Tengah di Kota Semarang, Minggu (10/5).
Sukirman bahkan menyebut Ashari sebagai dukun yang mengatasnamakan tokoh agama.
Menurutnya, selama ini, publik mengira Ashari yang mengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo Pati merupakan sosok kiai kharismatik di lingkungan ponpes tersebut. Namun, para kiai yang tergabung dalam Dewan Syuro PKB se-Jawa Tengah menegaskan bahwa Ashari bukanlah kiai.
“Bukan, itu dukun yang mengatasnamakan kiai. Kalau kiai, karakter, akhlak, dan perilakunya tentu tidak akan seperti itu,” tegasnya.
Musyawarah Pimpinan Wilayah DPW PKB Jateng turut membahas kasus dugaan pelecehan yang terjadi di salah satu ponpes di Kabupaten Pati.
"Maka para kiai sepakat untuk memperketat pengawasan terhadap pondok pesantren masing-masing agar tidak disusupi oknum yang melakukan tindakan negatif," jelas Sukirman yang juga Plt Bupati Pekalongan itu.
Ia menegaskan bahwa PKB di daerah melakukan pengawasan terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan kiai dari sebuah pondok pesantren di daerahnya masing-masing.
"Kiai itu punya ukuran akhlak, keilmuan, dan budi pekerti yang jelas. Begitu juga dalam menjaga anak-anak santrinya. Sedangkan yang seperti ini tentu hanya mengatasnamakan kiai,” bebernya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa para kiai yang memiliki santri dan tergabung dalam PKB akan meningkatkan pengawasan di daerah masing-masing agar tidak muncul orang-orang yang mengaku sebagai kiai. (TJ)