43 Bhikkhu Thudong Jalan Kaki Semarang ke Borobudur Peringati Waisak, Dilepas Wali Kota Mbak Ita
- TJ Sutrisno / dok
Viva Semarang – Sebanyak 43 Bhikkhu Thudong hari ini melakukan perjalanan dari Kota Semarang ke Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah untuk memperingati Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 Masehi.
Mereka berasal dari empat negara. Yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Para bhikkhu berjalan kaki dari Kota Semarang, melewati Ambarawa, Kabupaten Semarang berlanjut ke Temanggung.
Saat start dari Kota Semarang, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melepas rombongan bhikkhu thudong tersebut dari Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, Bukit Kassapa, Pudakpayung, Banyumanik, Kamis (16/5/24).
Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan Kota Semarang menjadi titik awal bhikkhu menjalani ritual thudong menyambut Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 Masehi di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Adanya ritual suci Buddha ini menurutnya menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan tersendiri bagi warga Kota Semarang sebagai Tuan Rumah Event Internasional Bhikkhu Thudong tahun 2024.
"Tahun lalu saya menerima di Vihara Adi Dharma Semarang, saat ini saya menerima dan melepas di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti Pudakpayung, Banyumanik," kata Mbak Ita setelah melepas puluhan bhikkhu thudong.
Kota Semarang memiliki sejarah panjang penyebaran agama Buddha di Indonesia. Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti merupakan titik mula dengan pertimbangan bahwa di vihara inilah untuk pertama kalinya berdiri Sima pada 1959 silam.
Sima adalah tempat khusus upasampada (pengukuhan) bhikkhu baru. Di Sima inilah untuk pertama kalinya di Tanah Air dilaksanakan upasampada bhikkhu sesudah ratusan tahun rubuhnya Wilwatikta-Majapahit.